OTW Jadi Taman Bumi Nasional, Geopark Karst Sangkulirang–Mangkalihat Siap Diverifikasi Lapangan!
Sanggatta, nusaetamnews.com : Kabar gembira buat pencinta eco-tourism! Kawasan eksotis Geopark Karst Sangkulirang–Mangkalihat bakal segera menghadapi tahapan krusial. Tim verifikator Geopark Nasional dijadwalkan bakal turun langsung melakukan verifikasi lapangan pada 7 hingga 10 Juli 2026 demi penentuan statusnya sebagai Taman Bumi Nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi, membocorkan jadwal kedatangan tim penilai tersebut. Tim dijadwalkan mendarat di Samarinda pada 6 Juli sebelum memulai tour penilaiannya di Kutai Timur (Kutim) dan Berau.
“Tim verifikasi Geopark tiba di Samarinda pada 6 Juli, kemudian dilanjutkan pada 7 Juli melaksanakan verifikasi lapangan di Kutai Timur,” kata Mahriadi saat ditemui di Sangatta, Kamis (2/7).
Menelusuri Jejak Purba: Dari Goa Tewet Sampai Tangga Bidadari
Rangkaian verifikasi di Kutim dipastikan bakal seru banget dan padat. Petualangan tim penilai diawali dengan mengunjungi situs cagar budaya di belakang Kantor Dispora Kutim.
Setelah itu, tim bakal langsung gaspol ke Kecamatan Bengalon untuk membedah potensi Goa Tewet, lalu lanjut bergeser ke kawasan Selangkau, Tangga Bidadari, hingga menyambangi SD Negeri 002 Kaliorang yang sudah berstatus Sekolah Adiwiyata.
Bukan Cuma Soal Gunung Batu, Tapi Soal Dampak ke Warga
Menariknya, Mahriadi menjelaskan bahwa proses verifikasi ini sudut pandangnya sangat luas. Tim penilai tidak hanya takjub dengan kemegahan bentang alam karst, melainkan melihat sejauh mana konsep Geopark ini hidup di tengah-tengah masyarakat lokal.
“Jadi yang dinilai bukan hanya seberapa besar gunung atau kawasan karst yang kita miliki, tetapi bagaimana masyarakat memahami konsep Geopark, bagaimana produk-produk lokal berkembang, serta bagaimana kawasan tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” jelas Mahriadi.
Aspek-aspek penting yang bakal dipelototi tim verifikator antara lain:
- Pelestarian lingkungan dan konservasi alam.
- Pemberdayaan masyarakat adat dan lokal.
- Pengembangan merchandise atau produk UMKM lokal.
- Kegiatan edukasi sejarah/geologi ke generasi muda.
- Multiplier effect ekonomi bagi warga sekitar.
Sekilas tentang Geopark Sangkulirang–Mangkalihat
Bagi yang belum tahu, Geopark Sangkulirang–Mangkalihat ini adalah salah satu aset world-class yang dimiliki Indonesia. Bentang alam karst raksasa ini memiliki luas sekitar 1,8 juta hektare yang areanya membentang luas melintasi Kutai Timur hingga Kabupaten Berau.
Kawasan ini sangat magis karena menyimpan kekayaan geologi langka, keanekaragaman hayati purba, hingga warisan budaya dunia berupa gua prasejarah yang dihiasi lukisan cap tangan misterius dan gambar satwa purba bernilai ilmiah sangat tinggi.
“Status Geopark Nasional ini diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi kawasan sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam dan budaya secara bertanggung jawab,” pungkas Mahriadi. Fingers crossed, semoga lolos dan resmi jadi kebanggaan nasional! (ant/one)