Otorita IKN Gelar Konser “Road to 165 Tahun HKBP”
Nusantara, nusaetamnews.com : Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi saksi perpaduan harmoni budaya dan kemajuan infrastruktur nasional. Otorita IKN sukses mendukung penyelenggaraan konser bertajuk Road to 165 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang dihelat di Amphitheater Plaza Seremoni dengan latar ikonik Istana Garuda, Rabu (15/4) petang.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan nasional yang bertujuan mempererat kebersamaan lintas budaya di tengah pembangunan ibu kota baru Indonesia.
“IKN adalah ruang yang terbuka bagi keberagaman budaya dan komunitas. Kegiatan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun harmoni sosial yang inklusif di Nusantara,” ujar Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw.
Panggung Bintang di Bawah Langit IKN
Menjelang senja, ratusan penonton yang terdiri dari ASN, pekerja konstruksi, hingga masyarakat umum dimanjakan oleh penampilan deretan seniman papan atas asal Sumatera Utara. Alunan musik menggema, menghidupkan suasana di tengah asrinya alam Nusantara.
Beberapa penampil utama yang memeriahkan panggung antara lain:
• Marsada Band & Simbolon Band
• Osen Hutasoit
• Dorman Manik & Rany Simbolon
• Maria Calista
Suasana semakin semarak dengan kehadiran dan penampilan spontan dari Ketua Umum Panitia 165 Tahun HKBP, Effendi Simbolon, bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Episentrum Perhatian Nasional
Effendi Simbolon mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan pesat pembangunan IKN dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Nusantara adalah titik penting yang wajib dikunjungi dalam rangkaian tur konser 165 kota di seluruh Indonesia.
“Seluruh episentrum perhatian Indonesia kini tertuju ke titik ini. Rasanya tidak lengkap jika rangkaian 165 kota kami tidak singgah ke IKN. Penataan tata kota dan tata ruangnya sangat luar biasa,” ungkap Effendi.
IKN: Kota yang Hidup dan Asri
Penyanyi Maria Calista turut berbagi kesannya mengenai atmosfer IKN yang mulai bertransformasi menjadi kota yang nyaman ditinggali. “Saya menikmati alamnya, mulai dari jogging, bersepeda, hingga suara burung di pagi hari. Di sini kita benar-benar bisa healing dari keramaian,” tuturnya.
Melalui kegiatan seni dan budaya seperti ini, Otorita IKN terus berupaya mendorong terciptanya ruang publik yang hidup. Fokus pembangunan tidak hanya terpaku pada fisik gedung pemerintahan, tetapi juga pada pembentukan jiwa kota yang inklusif serta mempererat kebersamaan lintas suku dan agama bagi para penghuni awal Nusantara.(one)