Subscribe

OIKN & BI Sulap Daun Jadi Duit, Targetkan “Zero Kemiskinan” di Ibu Kota Nusantara

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com :  Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Bank Indonesia (BI) tancap gas memperkuat ekonomi warga lokal lewat inovasi ecoprint. Pelatihan yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada 27–29 April 2026 ini bukan sekadar kursus kerajinan, melainkan misi strategis menuju target Zero Kemiskinan di Nusantara.

Melalui subsektor wastra (kain tradisional), warga di wilayah delineasi IKN kini dilatih menciptakan produk fashion bernilai tinggi dengan teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan.

Inovasi SDM: Senjata Lawan Kemiskinan

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak boleh hanya soal gedung pencakar langit. Fokus utamanya adalah transformasi SDM agar masyarakat sekitar tidak menjadi penonton di rumah sendiri saat IKN menjadi Ibu Kota Politik pada 2028 mendatang.

“Target IKN adalah zero kemiskinan. Kita sepakat kemiskinan hanya bisa hilang lewat pengembangan SDM. Masyarakat harus berinovasi agar produk wastra lokal punya nilai tambah dan daya saing global,” tegas Alimuddin.

Strategi BI: Korporatisasi & Akses Cuan

Bank Indonesia tidak tinggal diam. Kepala BI IKN, Aswin Gantina, membeberkan blueprint penguatan ekonomi warga melalui tiga pilar: korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan.

“Kami perkuat kelembagaan dan skill UMKM-nya dulu. Setelah mereka siap, kami hubungkan ke akses pembiayaan supaya usahanya bisa scale-up dan berkelanjutan,” jelas Aswin.

Respons Warga: Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pengusaha

Pelatihan yang menghadirkan pakar dari Eco.J Ecoprint Yogyakarta ini disambut antusias oleh emak-emak di wilayah penyangga IKN.

  • Siti Aisyah (Samboja): “Pelatihan ini membuka wawasan baru. Kami berharap pendampingan ini berkelanjutan agar UMKM kami benar-benar berkembang.”
  • Dewi Yulhermawati (Sepaku): “Ini pengalaman baru buat kami para ibu rumah tangga. Harapannya bisa membentuk usaha bersama di tingkat kelurahan.”

Highlight Pelatihan Ecoprint IKN 2026:

  • Lokasi: Kantor Kemenko 3 & Rusun ASN 4 (KIPP IKN).
  • Fokus: Teknik pewarnaan alami dan desain produk bernilai jual.
  • Visi Utama: Menciptakan identitas ekonomi kreatif khas Nusantara.
  • Deadline Besar: Peningkatan kesejahteraan total pada 2028.

The Verdict:

Langkah kolaboratif OIKN dan BI ini membuktikan bahwa IKN sedang membangun peradaban yang inklusif. Dengan mengonversi potensi alam menjadi produk ekonomi kreatif, warga lokal kini punya modal kuat untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi baru di Indonesia. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *