Subscribe

Naik Kelas! Nelayan Bontang Kuala Sulap Keramba Apung Jadi Destinasi Wisata Kuliner Estetik

2 minutes read

Bontang, nusaetamnews.com :  Kabar segar datang dari kawasan pesisir Kalimantan Timur. Nelayan di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, sukses melakukan inovasi keren dengan menyulap kawasan keramba apung menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menjanjikan.

“Kami mengembangkan keramba ini tidak semata untuk sektor budidaya ikan, tetapi juga pariwisata yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat pesisir,” ujar Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bontang, Jafar, Senin (18/5).

Kawasan Bontang Kuala sendiri memang sudah dikunci oleh pemerintah setempat sebagai lokasi khusus untuk pengembangan wisata keramba. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 30 petak keramba aktif yang dikelola langsung oleh nelayan lokal, dan jumlah ini dipastikan bakal terus bertambah.

Spill Rencana Seru: Resto Terapung hingga Paket Wisata Terpadu

Nggak mau tanggung dalam berinovasi, kelompok nelayan setempat tengah bersiap mengeksekusi proyek rumah makan terapung yang terintegrasi langsung dengan area keramba.

Strategi kuliner ini digadang-gadang bakal jadi magnet kuat buat para pelancong. Bayangkan saja, wisatawan bisa merasakan experience unik memilih langsung ikan segar dari keramba, lalu menyantapnya di atas permukaan air sambil menikmati vibes angin laut. Fresh from the sea banget!

Biar liburan makin lengkap, pengelola juga sedang meracik paket wisata terpadu yang dijamin seru. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain:

  • Aktivitas snorkeling menikmati keindahan bawah laut.
  • Island hopping alias tur keliling perairan Bontang Kuala menggunakan speedboat.
  • Paket makan siang eksklusif di atas restoran apung.

Intip Dapur Produksi: Andalkan Kerapu hingga Kakap Merah

Selain menjadi spot wisata yang instagramable, area ini tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai penyokong ketahanan pangan di sektor perikanan budidaya.

Jafar membeberkan, untuk urusan teknis, satu petak keramba apung berukuran $3 \times 3$ meter di sana mampu menampung hingga maksimal 250 ekor bibit ikan.

Untuk komoditasnya sendiri, para nelayan fokus pada jenis ikan yang punya nilai ekonomis tinggi dan banyak dicari di pasaran, yaitu ikan kerapu, ikan putih (beronang), dan ikan kakap merah. Kombinasi antara bisnis budidaya dan pariwisata (agro-maritime tourism) ini diharapkan bisa menjadi game changer bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Bontang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *