Mitigasi Polusi Asap Karhutla Dinkes Kaltim Integrasikan Pemantauan Kualitas Udara dan Pelaporan ISPA Real-Time
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengintegrasikan sistem pemantauan kualitas udara dan pelaporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara real-time. Langkah ini diambil guna memitigasi krisis kesehatan masyarakat akibat dampak polusi asap kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan bahwa integrasi data ini memanfaatkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta Public Health Emergency Operations Center (PHEOC). Seluruh pelaporan dampak kesehatan dipastikan terhubung ke Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI melalui Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan (SIPKK) dalam waktu kurang dari 24 jam.
Integrasi sistem ini menjadi krusial mengingat tingginya angka kejadian ISPA di Kaltim yang memuncak hingga 35.000 kasus per bulan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Data terbaru per 22 Agustus 2026 bahkan mencatat penambahan 1.768 kasus baru dalam waktu singkat.
Tren penderita ISPA tahun 2026 masih didominasi kelompok usia dewasa produktif yang menyentuh angka 14.000 kasus per bulan, disusul kelompok balita rentan sebanyak 7.000 hingga 8.900 kasus per bulan. Paparan polusi asap di ruang terbuka menjadi faktor utama tingginya angka kesakitan tersebut.
Menghadapi tingginya risiko gangguan pernapasan, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Warga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta disiplin mengedepankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (ant/one)