Subscribe

Menolak Sepi di Usia Senja: Lewat Program Sidaya, Lansia Kaltim Buktikan “Tua-Tua Keladi”!

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Kalau kamu berpikir masa tua itu identik dengan duduk melamun di teras rumah sambil menunggu hari berlalu, tampaknya kamu harus main-main ke Sekolah Lansia Santa Matilda di Samarinda, Kalimantan Timur.

Di sana, pemandangannya justru kontras banget. Sekelompok kakek dan nenek tampak duduk melingkar, saling melempar senyum, bertukar cerita, dan sesekali tertawa lepas saat mendengarkan materi. Semangat belajarnya gak kalah sama anak muda!

Pemandangan ini adalah buah manis dari Program Lansia Berdaya (Sidaya) yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Kaltim. Lewat program ini, paradigma lama soal masa tua yang sepi, lemah, dan pasrah perlahan mulai pudar. Menjadi tua sekarang adalah fase untuk tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermakna.

Sekolah yang Jauh dari Kesan Kaku

Meskipun namanya “sekolah”, tempat ini jauh banget dari kesan kaku dengan papan tulis atau meja berderet. Jantung Program Sidaya ini sebenarnya adalah ruang pertemuan nyaman yang dibentuk di berbagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Setiap pekan, para lansia berkumpul untuk upgrade ilmu yang relevan dengan kehidupan mereka. Materi yang diajarkan pun sangat paket lengkap:

  • Kesehatan & Gizi: Pengetahuan merawat fisik di usia senja.
  • Deteksi Dini Penyakit: Pemeriksaan rutin untuk penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, hingga jantung.
  • Finansial & Keterampilan: Pengelolaan keuangan sederhana dan pelatihan bikin kerajinan tangan atau kuliner yang punya nilai jual.
  • Spiritual & Budaya: Penguatan mental agar menjalani masa tua dengan lebih tenang.

Gak cuma jadi pajangan, produk kerajinan dan makanan buatan para lansia ini sekarang sudah mulai masuk ke gerai usaha warga, dipamerkan di acara daerah, hingga punya pasar yang lebih luas. Hasilnya? Uang jajan tambahan dapet, rasa percaya diri pun meroket!

Gotong Royong Berkonsep “SMART”

Program ini awalnya kick-off sebagai percontohan di Kutai Timur pada Februari 2026, lalu sukses menular ke Balikpapan, Kukar, Berau, Paser, hingga Samarinda.

Salah satu yang paling ikonik adalah Sekolah Lansia Santa Matilda di Samarinda yang baru diresmikan April 2026 lalu. Mengusung konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat), angkatan perdananya diisi oleh 27 peserta berusia 65 hingga 74 tahun.

Kerennya lagi, sekolah ini digerakkan dengan semangat gotong royong yang kental:

Para dosen dari Universitas Muhammadiyah Kaltim dengan sukarela datang mengajar tanpa dibayar, sedangkan fasilitas dan konsumsi ditanggung penuh oleh pihak Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Rapak Dalam.

Rapor Hijau Capaian Target 2026

Komitmen BKKBN Kaltim dalam mengawal kesehatan lansia juga terbukti lewat angka-angka riil di lapangan. Hingga akhir Mei 2026, target layanan kesehatan gratis sudah menunjukkan progres yang impresif:

Kabupaten/Kota Progres Capaian Keterangan
Kabupaten Berau 76,24% (507 dari 665 lansia) Tertinggi secara persentase capaian.
Kutai Kartanegara 1.649 lansia sudah diperiksa Daerah dengan jumlah peserta terbanyak.
Penajam Paser Utara 64,3% (272 dari 423 lansia) Berada di posisi tiga besar.
Mahakam Ulu 62,34% sasaran terpenuhi Progres kuat di wilayah hulu.

Secara total, sebanyak 5.479 lansia (47,96% dari target tahunan) sudah menikmati layanan ini. Target besarnya, pada akhir tahun 2026 program Sidaya bisa menjangkau 95.000 lansia di seluruh Kaltim dan memastikan 75% dari mereka hidup mandiri serta aktif.

Kemajuan Kota Bukan Cuma Soal Gedung Megah

Di tengah sibuknya Kaltim membangun infrastruktur dan bersiap menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN), hadirnya Program Sidaya seolah menjadi pengingat penting. Kemajuan sebuah daerah itu gak cuma diukur dari megahnya gedung-gedung tinggi, tapi juga dari bagaimana daerah tersebut memanusiakan dan merawat warganya di setiap fase kehidupan.

Melalui ruang-ruang Sekolah Lansia ini, terselip pesan indah: masa tua bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal dari babak baru yang tetap bisa dirayakan dengan senyuman dan karya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *