Subscribe

Menjaga Warisan Bajau dan Harmoni Pesisir, Bontang Kuala Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Unggulan

2 minutes read

Bontang, nusaetamnews.com : Di atas riak Selat Makassar, Kelurahan Bontang Kuala di Kecamatan Bontang Utara terus memperlihatkan denyut kehidupan pesisir yang khas. Perkampungan nelayan terapung seluas 627 hektare ini memadukan kehangatan tradisi, sejarah panjang, serta potensi pariwisata yang kian mendunia.

Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah, memaparkan bahwa kelurahan ini memiliki tata ruang unik yang terbagi menjadi 11 RT terapung dan sembilan RT daratan. Perkampungan ini dirancang ramah pejalan kaki di mana seluruh kendaraan roda empat wajib diparkir di luar gerbang utama. Lorong-lorong jembatan kayu ulin yang membentang di atas air menjadi jalan utama warga, dilengkapi layanan Becak Motor Wisata (BMW) untuk memanjakan wisatawan.

Dari sisi sejarah, tokoh Pokdarwis Kuala Abadi, Jafar, mengungkapkan bahwa kawasan ini merupakan cikal bakal berdirinya pemerintahan pertama di Bontang yang dirintis oleh suku pengembara laut Bajau sejak sekitar 1789. Nilai historis dan karakter budaya ini tetap dijaga erat oleh warga setempat hingga saat ini.

Keunikan Bontang Kuala makin lengkap dengan deretan daya tarik kuliner dan ekonomi kreatif. Produk khas seperti terasi udang rebon tanpa pengawet, olahan kerajinan limbah kerang, serta hidangan ikonik sambal gami yang disajikan panas di atas cobek tanah liat menjadi primadona para pengunjung. Pemerintah kelurahan juga aktif mendorong sertifikasi halal dan izin usaha bagi UMKM lokal.

Selain menawarkan susur hutan mangrove hingga wisata bahari menggunakan ketinting, aktivitas malam warga terpusat di area Anjungan terapung yang ramai oleh angkringan. Berkat keasrian alam dan kekayaan budayanya, Bontang Kuala sukses menembus 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan terus bersiap menuju destinasi berstandar global. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *