Subscribe

Mencegah Karhutla, Pasis Sesko TNI Turun Gunung Latih Babinsa di Kaltim

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com :Perwira Siswa Sekolah Komando TNI Dikreg LVI Tahun Anggaran 2026 turun langsung ke lapangan untuk menjadi tenaga penyuluh penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mereka menyasar jajaran Kodim di wilayah Kodam VI Mulawarman demi memperkuat kesiapsiagaan Bintara Pembina Desa dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama. Menurutnya, Babinsa harus menjadi ujung tombak edukasi sekaligus deteksi dini di wilayahnya masing-masing.

Materi penyuluhan yang dibawakan oleh para Pasis Sesko TNI mencakup strategi penanganan karhutla, pemetaan wilayah rawan, hingga pola koordinasi lintas instansi. Sebagai prajurit yang telah menempa diri melalui pendidikan komando, para Pasis sudah terbiasa dengan navigasi medan sulit, pengambilan keputusan cepat, serta operasi tim kecil yang menuntut ketahanan fisik dan disiplin tinggi.

Fokus utama penyuluhan ini menekankan teknik deteksi dini titik panas, pemanfaatan aplikasi pemantauan satelit, serta langkah cepat saat muncul indikasi kebakaran. Para Babinsa diminta aktif memantau kondisi lapangan dan melaporkan perubahan cuaca maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu timbulnya api.

Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pola patroli terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kehutanan, dan kepolisian. Patroli gabungan ini dirancang untuk menekan potensi kebakaran sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Sektor kesiapan peralatan pemadaman lapangan juga tak luput dari sorotan, mulai dari ketersediaan sumber air, pompa portabel, hingga perlengkapan keselamatan personel. Pihak TNI menekankan bahwa respons cepat di tahap awal kebakaran sangat menentukan seberapa luas area yang bisa diselamatkan.

Mayjen TNI Krido Pramono menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan faktor krusial. Edukasi mengenai bahaya asap, dampak kesehatan, dan risiko kerugian ekonomi harus disampaikan secara berkelanjutan agar warga makin berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan.

Saat ini Kodam VI Mulawarman mencatat sejumlah titik rawan karhutla di Kalimantan Timur, terutama pada area bervegetasi kering dan lahan yang pernah terbakar sebelumnya. Babinsa diinstruksikan untuk terus memperbarui data wilayah rawan serta memastikan jalur evakuasi dan akses pemadaman selalu siap digunakan. Melalui penyuluhan ini, koordinasi di lapangan diharapkan makin solid sehingga penanganan karhutla menghadapi puncak musim kemarau dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan aman. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *