Subscribe

Manfaatkan Lahan Eks Tambang, Kolaborasi Pemkab Kutim-Polres-Petani Sukses Panen 66,2 Ton Jagung

2 minutes read

Kutai Timur, nusaetamnews.com : Lahan bekas tambang batu bara yang kerap diidentikkan dengan lahan kritis, disulap menjadi lumbung pangan produktif. Lewat sinergi lintas sektor, Pemkab Kutai Timur (Kutim), Polres Kutim, dan kelompok tani lokal sukses mengamankan panen jagung sebesar 66,2 ton sepanjang Januari hingga pertengahan Mei 2026.

Capaian impresif ini diraih dengan mengoptimalkan lahan marjinal seluas 148,47 hektare. Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Purno Edi, menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen gotong royong yang kuat.

“Panen sebesar ini menunjukkan adanya kerja sama kuat di lapangan antara pemda, polres, korporasi swasta, dan kelompok tani,” kata Purno Edi di Sangatta, Jumat (22/5/2026).

Modernisasi Pertanian Lewat Industrialisasi Farming

Pemkab Kutim menargetkan program ini tidak sekadar menjadi aksi panen musiman, melainkan lompatan menuju pertanian modern. Mengusung konsep Industrialisasi Farming yang terintegrasi, DTPHP Kutim bertugas mengawal dan mendampingi para petani binaan agar naik kelas menjadi lebih mandiri serta produktif.

Untuk menjaga keberlanjutan proyek ekosistem hijau ini, pemerintah mengolaborasikan peran:

  • Penyuluh Pertanian & Tenaga Ahli: Mengawal aspek teknis agronomi dan kualitas hasil panen.
  • Bhabinkamtibmas: Melakukan pengawasan dan pendampingan keamanan di tiap desa kelolaan.

Track Record Produksi Jagung Kutim (2025–2026)

Kolaborasi strategis yang diinisiasi bersama korporasi dan institusi keamanan ini mencatat tren luasan lahan dan produksi yang terus menanjak:

Periode Luas Area Tanam Total Hasil Produksi
Januari – Mei 2026 148,47 Hektare 66,2 Ton
Kumulatif (Sejak 2025) 328,00 Hektare 155,00 Ton

Eks Tambang Pit J PT KPC Jadi Pilot Project

Aksi nyata program bertajuk Panen Raya Jagung Serentak Kwartal II-2026 ini dipusatkan di area eks tambang Pit J milik PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Singa Gembara. Kabag SDM Polres Kutim, Kompol Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari misi mewujudkan swasembada pangan nasional berbasis kemitraan.

Dari total potensi 25 hektare lahan yang tersedia di Pit J, saat ini 20 hektare di antaranya telah menghijau oleh tanaman jagung. Proyek pemulihan lahan ini digarap langsung oleh empat kelompok tani (Poktan) binaan Polri, yaitu:

  1. Poktan Karya Bersama
  2. Poktan Bakutor
  3. Poktan Prima Mandiri
  4. Poktan Tani Prima

General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, menegaskan komitmen penuh perusahaan dari hulu hingga hilir. Pihak KPC mengucurkan sokongan masif mulai dari penyediaan lahan, benih unggul, pupuk (NPK, kandang, dolomit), pestisida, hingga mobilisasi alat berat seperti hand tractor dan ekskavator guna mempercepat pembukaan lahan pertanian. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *