Ledakan Bonus Demografi Kaltim: Gen Z dan Milenial Dominasi 50% Populasi!
Samarinda, nusaetamnews.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur resmi merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Hasilnya mencengangkan: Kaltim tengah menikmati puncak bonus demografi dengan proporsi penduduk usia produktif mencapai 71,33 persen dari total 4,05 juta jiwa.
Angka ini meningkat signifikan dibanding Sensus Penduduk 2010 yang hanya berada di level 67,47 persen. Struktur penduduk yang “gemuk” di usia produktif ini menandakan Kaltim memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Rasio ketergantungan kita berada di angka 40,19. Artinya, setiap 100 orang usia produktif hanya menanggung beban 40-41 orang usia non-produktif. Ini fase bonus demografi yang sangat kuat,” ujar Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, Jumat (8/5).
Gen Z Jadi Penguasa “Bumi Etam”
Berdasarkan pengelompokan generasi, potret kependudukan Kaltim saat ini didominasi oleh anak muda. Gabungan antara Gen Z dan Milenial kini mencakup lebih dari separuh populasi provinsi ini.
Berikut adalah rincian struktur generasinya:
- Generasi Z (Kelahiran 1997-2012): 27,10% (Kelompok terbesar)
- Generasi Milenial: 26,24%
- Post Generasi Z: 19,48%
- Generasi X: 18,62%
- Baby Boomer: 7,94%
- Pre-Boomer: 0,62%
PPU Paling “Mandiri”, Mahulu Paling “Beban”
Jika dibedah per wilayah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)—yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN)—tercatat memiliki rasio ketergantungan paling rendah, yakni hanya 29,92. Hal ini menunjukkan PPU memiliki proporsi penduduk mandiri yang sangat tinggi.
Sebaliknya, rasio ketergantungan tertinggi berada di Kabupaten Mahakam Ulu dengan angka 42,47.
Tren Penuaan Penduduk Mulai Terasa?
Meski sedang dalam fase bonus demografi, BPS mencatat adanya pergeseran menarik. Kelompok umur 0-14 tahun terus menurun (dari 30,19% ke 23,23%), sementara kelompok lansia (65 tahun ke atas) justru meningkat dari 2,34% menjadi 5,44%.
Perubahan struktur ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah bahwa meski saat ini didominasi tenaga kerja muda, perencanaan jangka panjang untuk populasi lansia di masa depan harus mulai dipersiapkan sejak dini. (ant/one)