Subscribe

Lawan Kasus Impor dan Penularan Lokal, Dinkes Kaltim Petakan Wilayah Endemis Malaria

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mulai memperketat pemetaan daerah dengan tingkat endemis malaria tinggi. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan sekaligus mengejar target eliminasi penularan malaria di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa pemetaan berkala menjadi hal yang sangat krusial. Fokus intervensi medis akan diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih mendominasi temuan kasus penularan setempat.

Hingga triwulan kedua 2026, kasus penularan lokal masih berfokus di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Timur. Secara keseluruhan, akumulasi kasus malaria di Kalimantan Timur hingga pertengahan 2026 telah menyentuh angka 408 kasus.

Meskipun sebagian besar kabupaten dan kota di Kaltim mencatatkan penurunan kasus dalam tiga tahun terakhir, pemerintah daerah tidak ingin lengah. Pengawasan ketat di pintu masuk daerah tetap disiagakan guna menekan risiko penularan dari luar.

Dinkes Kaltim menaruh perhatian khusus pada ancaman kasus malaria impor yang berpotensi menyasar kawasan perkotaan seperti Balikpapan dan Samarinda. Pada 2025 lalu, Balikpapan mengalami kenaikan dari 68 menjadi 115 kasus, sementara Samarinda melonjak dari 11 menjadi 57 kasus, yang sebagian besar dipicu oleh kepulangan personel TNI dan Polri usai bertugas di Papua.

Untuk mengantisipasi terbentuknya rantai penularan baru di area perkotaan, prosedur skrining kesehatan bagi pendatang dari luar daerah kini semakin diperketat.

Di sisi lain, masifnya pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara di Sepaku turut membawa perubahan lingkungan yang memengaruhi habitat nyamuk Anopheles. Transformasi kawasan hutan menjadi area perkotaan hijau yang tertata diharapkan dapat menekan populasi nyamuk penular tersebut.

Dengan mengintegrasikan layanan medis di 188 puskesmas serta memperkuat pengawasan di lapangan, Kaltim optimistis target eliminasi malaria secara menyeluruh dapat tercapai sebelum tahun 2030. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *