Subscribe

Lapangan Gas Karamba Resmi Beroperasi, PPU Siap Lepas Status “Penerima DBH Migas Terkecil” di Kaltim!

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Kabar segar datang dari sektor energi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini diproyeksikan bakal mendapat suntikan dana segar yang signifikan setelah Lapangan Gas Karamba Wilayah Kerja Wain PC di Kelurahan Buluminung resmi beroperasi.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menyambut baik momentum ini. Pasalnya, selama ini PPU selalu berada di posisi buncit dalam urusan bagi-bagi kue pundi-pundi minyak dan bumi di Kalimantan Timur.

“Beroperasinya Lapangan Karamba bisa meningkatkan pendapatan daerah dari pajak maupun dana bagi hasil (DBH) migas secara signifikan. Kabupaten PPU selama ini merupakan penerima DBH migas paling kecil di antara 10 kabupaten/kota di Provinsi Kaltim,” ungkap Mudyat Noor, Rabu (1/7).

Booster Ekonomi dan Energi untuk Penyangga IKN

Selain bikin kas daerah makin tebal, beroperasinya Lapangan Gas Karamba ini punya nilai strategis yang tinggi. Kehadiran ladang gas ini otomatis memperkuat posisi PPU sebagai gerbang utama sekaligus penyangga IKN.

Mudyat optimis, kepastian pasokan energi ini akan menjadi daya tarik investasi baru, memicu pertumbuhan ekonomi lokal, dan yang paling penting: membuka banyak lowongan kerja baru untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

Meski begitu, ia memberi catatan tegas agar operasional di Lapangan Karamba wajib mengutamakan safety first (keselamatan kerja), menjaga kelestarian lingkungan, dan menjaga hubungan harmonis dengan warga sekitar.

Intip Spek dan Target Produksi Lapangan Gas Karamba

Ketua Satgas Percepatan, Peningkatan Produksi dan Lighting Migas Nasional, Nanang Abdul Manaf, membeberkan bahwa proyek ini juga fokus memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada serta mendongkrak Penggunaan Komponen Dalam Negeri (TKDN). Staf Khusus Menteri ESDM ini juga mengulas seberapa besar potensi yang tersimpan di perut bumi Buluminung.

Indikator Proyek Data & Target
Total Cadangan Gas (Kategori 2P) 64,4 Miliar Kaki Kubik (Bscf)
Tanggal Mulai Produksi (Onstream) 24 Juni 2026
Kapasitas Awal 3,5 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMscfd)
Target Puncak Stabil (Kuartal IV 2026) 7,35 MMscfd

Dialirkan Langsung ke Balikpapan

Lantas, ke mana gas ini akan didistribusikan? Alur logistik energinya sudah tertata rapi. Gas yang diproduksi dari Lapangan Karamba ini dialirkan dari jalur pipa darat di PPU, kemudian menyeberang melalui pipa bawah laut milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) langsung menuju Kilang Pertamina di Kota Balikpapan.

Sinergi hulu-hilir ini diharapkan tidak sekadar mengamankan pasokan energi nasional, tapi benar-benar membawa multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Penajam Paser Utara.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *