Kaltim Genjot Bedah Rumah, Tahun Ini Sasar 500 RLTH
BALIKPAPAN — Komitmen pemerintah menghadirkan hunian layak kembali diuji. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan sedikitnya 500 rumah tidak layak huni (RLTH) akan direhabilitasi tahun 2026 melalui Program Bedah Rumah BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).
Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran BSPS se-Kalimantan di SMP Negeri 13, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Selasa (5/5/2026). Agenda ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta kepala daerah lintas provinsi di Kalimantan.
“Ini bukan sekadar program. Ini soal menghadirkan hidup yang lebih layak dan bermartabat bagi masyarakat,” tegas Rudy Mas’ud.
Namun di balik optimisme itu, tantangan masih membentang. Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan hunian layak di Kaltim justru melonjak tajam. Pemerintah daerah dituntut tak sekadar membangun citra, tetapi memastikan program benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.
Rudy menekankan, kehadiran negara tak boleh berhenti pada seremoni.
“Rumah bukan lagi mimpi. Harus jadi kenyataan,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat menaikkan target secara signifikan. Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, alokasi BSPS untuk Kaltim melonjak drastis dari 655 unit pada 2025 menjadi 3.000 unit pada 2026. Lonjakan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat pemenuhan rumah layak huni bagi rakyat.
“Dari 2.205 unit yang direncanakan, kita tingkatkan menjadi 3.000 unit. Ini bentuk keberpihakan nyata,” kata Maruarar.
Distribusi program pun mulai diarahkan ke wilayah yang selama ini tertinggal. Sebanyak 500 unit difokuskan untuk daerah pedalaman, dengan rincian 200 unit di Kutai Barat dan 300 unit di Mahakam Ulu, dua kawasan yang kerap luput dari arus utama pembangunan.
Peluncuran program ditandai pemukulan kentongan oleh Mendagri Tito Karnavian. Pemukulan ni menjadi simbol dimulainya intervensi negara dalam memperbaiki kualitas hunian rakyat. Kegiatan juga dirangkai dengan simulasi tender rakyat, yang diharapkan mempercepat realisasi program di lapangan.
Meski angka-angka terlihat menjanjikan, publik menanti konsistensi. Program bedah rumah selama ini kerap tersandung persoalan data, kualitas bangunan, hingga ketepatan sasaran.
Di tengah ambisi besar pembangunan Kaltim sebagai beranda IKN, keberhasilan BSPS akan menjadi tolok ukur. Apakah negara benar-benar hadir atau sekadar menambah daftar janji.