Subscribe

Kaltim Bidik Hilirisasi Sarang Walet, Wagub Seno Jajaki Investasi PT Esta Indonesia

3 minutes read

SEMARANG – Kalimantan Timur mulai membidik peluang besar di balik komoditas sarang burung walet. Bukan sekadar menjadi daerah penghasil bahan baku, Kaltim ingin mengembangkan industri pengolahan agar nilai ekonomi komoditas tersebut ikut tinggal di daerah.
Langkah itu mulai dijajaki Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji melalui kunjungan ke PT Esta Indonesia Tbk (NEST), perusahaan pengolahan dan eksportir sarang burung walet di Terboyo Industrial Park, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Jawa Tengah yang diteken masing-masing gubernur pada awal Agustus lalu.
Seno melihat kerja sama antardaerah tidak cukup berhenti pada dokumen kesepakatan. Harus ada investasi dan kegiatan ekonomi nyata yang memberikan manfaat bagi Kaltim.
“Dari kesepakatan bersama tersebut kita ingin ada nilai tambah bagi Kaltim. Karena Kaltim ini punya raw material sarang burung walet yang besar,” kata Seno.
Di PT Esta Indonesia, Seno melihat langsung proses pengolahan sarang walet, mulai dari pencucian bahan baku hingga pengemasan sebelum dikirim untuk pasar ekspor.
Menurutnya, pola serupa perlu mulai dibangun di Kaltim. Dengan begitu, bahan baku yang selama ini keluar daerah dapat diolah terlebih dahulu di Kaltim sehingga menciptakan nilai ekonomi baru.
“Melalui kunjungan ini, kita berharap ke depan PT Esta Indonesia sebagai investor pencucian dan eksportir sarang walet bisa membangun fasilitas pencucian untuk ekspor langsung sarang walet di Kaltim,” ujarnya.
Seno membuka peluang berbagai skema investasi, termasuk kemungkinan menggandeng perusahaan daerah. Menurutnya, pola kerja sama tersebut masih dapat dibicarakan lebih lanjut dengan pihak investor.
Potensi ekonominya pun tidak kecil. Seno menyebut omzet bisnis sarang walet yang dipaparkan perusahaan mencapai sekitar Rp50–60 miliar per bulan.
Angka tersebut, kata dia, menunjukkan besarnya peluang yang bisa dikembangkan Kaltim apabila industri pengolahan dibangun di daerah.
“Ini tentu menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan pendapatan daerah Kaltim ke depan. Yang bagus lagi, tenaga kerja yang dibutuhkan sangat banyak sehingga kita bisa mengurangi pengangguran di Kaltim,” katanya.
Investor Siap Masuk Kaltim
Direktur Utama sekaligus pendiri PT Esta Indonesia Tbk, Hoo Anton Siswanto, menyambut positif rencana pengembangan fasilitas pengolahan sarang walet di Kaltim.
Anton mengungkapkan, perusahaannya sebenarnya sudah memiliki sejumlah rumah burung walet di Kaltim, di antaranya di Handil, Muara Badak, Marangkayu dan sejumlah wilayah lainnya.
Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi modal awal untuk membangun rantai industri walet yang lebih lengkap di Kaltim.
“Kita siap bekerja sama,” kata Anton.
Tak hanya membangun fasilitas, PT Esta Indonesia juga siap membantu menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan. Tenaga kerja dari Kaltim dapat dikirim ke fasilitas perusahaan di Jawa Tengah untuk mempelajari proses pengolahan sebelum kembali menerapkannya di daerah.
“Bisa kirim orang ke sini untuk pelatihan, akan kita ajari, kemudian bisa kembali ke Kaltim untuk menerapkan ilmunya,” ujarnya.
Anton juga menyebut pentingnya menentukan lokasi pabrik yang memiliki akses terhadap bahan baku sekaligus dekat dengan sumber tenaga kerja.
“Bisa cari lahan yang di sekitarnya banyak tenaga kerja, kemudian kita bangun pabrik pencucian serta pengolahan sarang burung walet di Kaltim,” katanya.
Bagi Kaltim, peluang ini bukan sekadar investasi baru. Jika terealisasi, fasilitas pengolahan sarang walet dapat menjadi langkah awal memperkuat hilirisasi komoditas lokal, membuka lapangan kerja sekaligus mendorong agar nilai tambah ekonomi tidak terus mengalir keluar daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *