Festival Merah Putih Jangan Bergantung APBD
SAMARINDA – Festival Merah Putih Kaltim 2026 tak boleh hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Pemprov Kalimantan Timur mulai mendorong pola penyelenggaraan yang lebih mandiri dengan melibatkan sponsor, mitra usaha, hingga event organizer sebagai penggerak utama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan pemerintah ke depan cukup mengambil peran sebagai fasilitator, sementara pembiayaan dan pengelolaan acara dapat dilakukan pihak ketiga.
“Ke depan, event-event seperti ini semoga tidak bergantung pada APBD. Kami mendorong para mitra untuk mendukung penuh kegiatan ini dan Pemprov Kaltim hanya sebagai fasilitator,” kata Sri saat membuka Festival Merah Putih Kaltim 2026 di Halaman Parkir Convention Hall Samarinda, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, pemerintah bisa menyediakan ruang dan fasilitas, sedangkan konsep hingga pelaksanaan kegiatan didorong melibatkan pihak ketiga atau event organizer.
“Kita bisa menyiapkan tempat, tetapi penyelenggaraan sepenuhnya kita dorong kepada pihak ketiga ataupun event organizer,” tegasnya.
Festival Merah Putih 2026 digelar selama dua hari, 22–23 Agustus, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan disiapkan untuk menghibur sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Puncak kemeriahan dijadwalkan pada Minggu (23/8) malam dengan penampilan Raim Laode. Sri mengajak masyarakat Samarinda dan sekitarnya datang meramaikan festival tersebut.
“Semoga warga bisa bergembira dan ceria memeriahkan HUT Kemerdekaan bangsa kita,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Merah Putih H Imanuddin mengatakan kegiatan tahun ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor antara Pemprov Kaltim dengan sejumlah mitra, di antaranya Kormi, Kadin, Dekranasda, TP PKK, Bank Indonesia, dan Bankaltimtara.
Festival juga memberikan ruang cukup besar bagi pelaku UMKM. Sebanyak 51 tenant ikut meramaikan area bazar dan seluruhnya tidak dipungut biaya.
“Sebanyak 51 tenant dan UMKM berpartisipasi memeriahkan area bazar dan seluruh tenant tidak dikenai biaya. Stan-stan digratiskan,” kata Imanuddin.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta jalan santai yang mencapai 4.022 orang. Selain funwalk, festival juga diisi tarik tambang yang diikuti 52 tim, lomba kreasi baris-berbaris tujuh tim, lomba lagu kebangsaan 21 peserta, serta parade band dengan 22 peserta.
Dengan konsep kolaborasi tersebut, Festival Merah Putih bukan sekadar perayaan kemerdekaan. Event ini sekaligus menjadi uji coba bagaimana kegiatan publik dapat dikembangkan tanpa terus menjadikan APBD sebagai sumber pembiayaan utama.
Pembukaan festival ditandai dengan aksi tarik tambang dandihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, perwakilan Forkopimda Kaltim, Direktur Operasional Bankaltimtara, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim.