Jaga Pasokan Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Balikpapan Gandeng Kabupaten Karo dan Bulukumba
Balikpapan, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, resmi menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Karo (Sumatera Utara) dan Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan). Kolaborasi lintas wilayah ini digulirkan sebagai strategi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa Balikpapan yang bertumpu pada sektor jasa memiliki keterbatasan lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat pasokan bahan pokok Kota Beriman sangat bergantung pada daerah produsen.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad dalam agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan. Ia menekankan agar kesepakatan ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan dokumen belaka, melainkan ditindaklanjuti dengan rencana kerja konkret, seperti penguatan rantai distribusi serta pertukaran data produksi dan harga.
Langkah strategis ini diambil merespons kondisi inflasi Balikpapan hingga Juli 2026 yang tercatat sebesar 0,25 persen secara bulanan (m-to-m) dan 3,06 persen secara tahunan (y-on-y). Meski masih dalam kisaran target nasional, angka tahunan tersebut sedikit berada di atas rata-rata inflasi nasional sebesar 2,88 persen, yang dipicu oleh dinamika harga BBM non-subsidi, biaya logistik, hingga fluktuasi harga bahan baku.
Kabupaten Karo dipilih lantaran posisinya sebagai sentra hortikultura nasional penghasil cabai, tomat, kentang, dan bawang. Sementara Kabupaten Bulukumba disasar untuk menopang kebutuhan komoditas perikanan, peternakan, dan hasil bumi lainnya.
Guna menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga, TPID Balikpapan juga terus memperkuat program internal seperti Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, penyebaran bibit hortikultura, hingga optimalisasi kios penyeimbang demi memastikan ketersediaan pangan bagi warga. (ant/one)