Subscribe

Jaga “Harga Diri” Institusi, Pemkab Kukar Gembleng ASN Biar Makin Jago Berbahasa Indonesia!

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, punya cara keren buat memperkuat kedaulatan negara sekaligus meningkatkan profesionalisme. Lewat program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kukar digembleng biar makin mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Langkah ini diambil nggak cuma demi menjaga “harga diri” institusi, tapi juga buat menciptakan budaya kerja yang komunikatif, tertib, dan bebas dari salah kaprah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, menegaskan kalau Bahasa Indonesia bukan sekadar alat obrolan sehari-hari, melainkan simbol kedaulatan, identitas bangsa, dan cerminan profesionalisme seorang ASN.

“Peningkatan kemahiran berbahasa memiliki nilai urgensi karena Bahasa Indonesia merupakan instrumen utama dalam perumusan kebijakan, penyusunan naskah dinas, dan penyelenggaraan pelayanan publik,” ujar Sunggono di Tenggarong, Rabu.

Biar Nggak Multi-Tafsir dan Cacat Hukum!

Bukan tanpa alasan, para ASN emang saban hari berhadapan langsung sama dokumen negara, naskah dinas, peraturan perundang-undangan, korespondensi resmi, hingga penyampaian informasi ke publik.

Menurut Sunggono, kecakapan berbahasa yang baku, lugas, dan sesuai kaidah itu hukumnya wajib. Salah sedikit pilih diksi atau tata bahasa, dampaknya bisa fatal!

“Kesalahan dalam penggunaan tata bahasa atau pemilihan diksi akan dapat menimbulkan multitafsir, ambiguitas, bahkan bisa menjadi cacat hukum administrasi,” tegasnya.

Gandeng Balai Bahasa Kaltim

Atas dasar itulah, Pemkab Kukar mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur yang udah menggelar pelatihan PKBI bagi para ASN Kukar di MAN 2 Tenggarong, Selasa (21/7).

Pelatihan ini dirancang secara terstruktur dan komprehensif. Pemahaman para peserta digembleng lewat materi esensial, seperti:

  • Kaidah dan ejaan yang disempurnakan.
  • Bentuk dan pilihan kata (diksi) yang tepat.
  • Pola penyusunan kalimat hingga paragraf yang efektif.
  • Peningkatan keterampilan menulis dokumen resmi.
  • Pedoman pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia.

“Melalui kegiatan kemarin, target utama pemda adalah meningkatkan jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Kukar yang memiliki tingkat kemahiran berbahasa dengan baik dan benar, terkhusus dalam bidang administrasi dan persuratan,” tutup Sunggono. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *