Subscribe

DKP Kaltim Guyur Bantuan Benih & Pakan ke 63 Pokdakan, Biar Pembudidaya Makin Mandiri!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya buat ngedukung ekosistem perikanan lokal. Sepanjang tahun 2026, DKP Kaltim resmi menyalurkan bantuan benih dan pakan kepada 63 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) demi menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menuntut pihaknya buat makin jeli menetapkan skala prioritas.

“Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mengutamakan kelompok yang belum pernah menerima bantuan sama sekali,” jelas Irma di Samarinda, Rabu.

Prinsip Keadilan: Yang Belum Pernah Bantuan, Jadi Prioritas!

Irma memastikan program stimulus buat para pembudidaya ini bakal terus berlanjut. Hanya saja, kuota dan cakupannya bakal disesuaikan secara berkala mengikuti kemampuan APBD.

Langkah ini diambil biar ada pemerataan kesempatan bagi seluruh peternak ikan di Kaltim.

“Bantuan diprioritaskan bagi kelompok yang belum pernah menerima stimulan sebelumnya. Tujuannya agar asas keadilan terpenuhi dan semakin banyak petani ikan yang memperoleh kesempatan emas untuk mengembangkan usahanya,” tambahnya.

Adapun paket bantuan tahun ini cukup variatif, mulai dari sarana budidaya laut, pakan, hingga benih ikan. Dari semua item tersebut, benih ikan jadi porsi paling dominan karena merupakan kebutuhan paling krusial buat memulai siklus produksi baru.

Khusus untuk bantuan pakan, DKP Kaltim membagikannya kepada 33 Pokdakan di 4 wilayah:

  • Kabupaten Kutai Kartanegara: 20 kelompok
  • Kota Samarinda: 10 kelompok
  • Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): 2 kelompok
  • Kabupaten Berau: 1 kelompok

Tantangan 1.226 Pokdakan di Seluruh Kaltim

Data DKP Kaltim mencatat saat ini ada total 1.226 Pokdakan aktif yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Jumlah populasi yang masif ini tentu jadi tantangan tersendiri buat pemerintah agar bisa melakukan intervensi secara merata.

Berikut peta sebaran Pokdakan di Kaltim saat ini:

  • Kutai Kartanegara: 805 kelompok
  • Paser: 348 kelompok
  • Berau: 126 kelompok
  • Kutai Timur: 122 kelompok
  • Penajam Paser Utara: 105 kelompok
  • Samarinda: 75 kelompok
  • Bontang: 27 kelompok
  • Balikpapan: 20 kelompok
  • Kutai Barat: 13 kelompok

Lewat suntikan bantuan yang terukur ini, DKP Kaltim optimistis sektor perikanan budidaya bisa jadi mesin penggerak ekonomi daerah yang makin tangguh sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kami ingin bantuan ini dimanfaatkan untuk mendongkrak volume produksi dan pendapatan riil para pelaku budi daya. Target besar kami mengedukasi dan mendorong kelompok-kelompok ini agar usahanya terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” tutup Irma. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *