Subscribe

Intip Hiu Paus di Pulau Miang, Pemprov Kaltim Genjot Ekowisata Bahari Berbasis Konservasi!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Kehadiran hiu paus di perairan Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur, bikin potensi wisata bahari Kalimantan Timur (Kaltim) makin naik kelas. Pemerintah Provinsi Kaltim pun bergerak cepat mengoptimalkan pesona sang “raksasa ramah” ini demi mendongkrak ekowisata sekaligus roda ekonomi warga pesisir.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan kalau kemunculan hiu paus ini sukses jadi magnet baru buat para pencinta dunia bawah laut.

“Kehadiran mamalia laut yang ramah terhadap manusia ini telah menjadi magnet pariwisata di Pulau Miang, Kutai Timur,” ujar Faisal di Samarinda, Selasa.

Bikin Pemetaan Titik Kemunculan & SOP Ketat

Biar nggak cuma sekadar tren liburan sesaat yang merusak alam, Pemprov Kaltim mematangkan konsep ekowisata berbasis konservasi. Salah satu langkah krusialnya adalah melakukan pemetaan pola dan titik kemunculan hiu paus di perairan kampung terapung tersebut.

“Pemetaan titik lokasi dan waktu kemunculan sangat krusial agar jadwal kunjungan penyelaman wisatawan dapat diatur secara terstruktur serta terjamin keamanannya,” jelas Faisal.

Berdasarkan hasil observasi bareng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, saat ini sudah teridentifikasi sekitar empat ekor hiu paus yang rutin warasi di perairan Pulau Miang. Kehadiran mereka makin melengkapi kekayaan terumbu karang bawah laut yang selama ini jadi andalan.

Nggak cuma itu, Pemprov Kaltim bareng para ahli kelautan juga sedang merancang Standard Operating Procedure (SOP) yang tegas. Tujuannya jelas: memastikan aktivitas diving atau snorkeling wisatawan sama sekali nggak mengganggu habitat alami si hiu paus.

Ekonomi Warga Pesisir Ikut Cuan

Integrasi antara pelestarian alam dan pariwisata ini terbukti mulai membuka keran ekonomi bagi warga lokal. Dukungan fasilitas seperti penginapan homestay yang dikelola mandiri oleh penduduk, plus keterlibatan aktif pemuda desa lewat Pokdarwis, bikin ekosistem wisatanya makin solid.

Faisal optimistis, kalau alamnya dijaga dengan baik, kesejahteraan warga pun bakal ngikut secara berkelanjutan.

“Pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama penyedia jasa wisata ini menjadi kunci penting bagi terwujudnya kemandirian perekonomian desa secara berkelanjutan. Melalui sinergi pariwisata berbasis pelestarian lingkungan ini, kita optimistis Pulau Miang dapat tumbuh menjadi destinasi unggulan maritim yang menyejahterakan warga tanpa merusak alam,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *