Subscribe

IKN Siapkan “Gen-Z” Unggul: Edukasi Seks & Anti-Stunting Masuk Sekolah

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai tancap gas menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Lewat maraton sosialisasi selama tiga hari (28–30 April 2026), sekitar 600 pelajar di wilayah delineasi IKN dibekali literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan dini stunting.

Langkah ini menjadi fondasi krusial bagi OIKN untuk memastikan generasi muda di Penajam Paser Utara (PPU) tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pemain utama saat IKN mencapai masa kejayaannya puluhan tahun mendatang.

Putus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah

Edukasi ini menyasar lima sekolah kunci, mulai dari SMP Muhammadiyah 1 hingga SMAN 3 PPU. Tujuannya jelas: memutus rantai stunting sejak dini dengan menyasar remaja sebagai calon orang tua di masa depan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menekankan bahwa kualitas bangsa ditentukan oleh kesiapan remaja saat ini.

“Remaja perlu dibekali pengetahuan kesehatan reproduksi. Kualitas generasi masa depan sangat bergantung pada bagaimana mereka mempersiapkan diri hari ini untuk membentuk keluarga yang sehat dan berkualitas,” tegas Alimuddin.

Intervensi Nyata: Tablet Zat Besi & Protein

OIKN tidak hanya memberikan teori. Direktur Pelayanan Dasar, Suwito, membeberkan bahwa program ini dibarengi dengan aksi nyata di lapangan.

“Kami lakukan intervensi komprehensif, mulai dari pemberian makanan tinggi protein untuk keluarga berisiko stunting hingga pembagian tablet zat besi (Fe) bagi remaja putri guna mencegah anemia,” jelas Suwito. Ia menambahkan bahwa pengetahuan ini penting karena para siswa inilah yang akan mengisi IKN hingga 40 bahkan 100 tahun ke depan.

Bukan Sekadar Akademik: IKN Jadi Kota Pendidikan

Selain kesehatan, OIKN tengah merancang ekosistem pendidikan terintegrasi yang fokus pada soft skills dan sertifikasi. Kedepannya, IKN akan menyediakan beasiswa khusus bagi talenta lokal di bidang strategis seperti arsitektur dan teknik sipil.

Suara Siswa:

  • Nur Ayatul Husna (SMAN 3 PPU): “Sosialisasinya seru! Jadi tahu anak stunting itu seperti apa dan cara mencegahnya.”
  • Erik (SMAN 3 PPU): “Banyak hal yang sebelumnya kami buta, sekarang jadi paham. Terutama soal pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.”

Daftar Sekolah Sasaran Sosialisasi:

  1. SMP Muhammadiyah 1 PPU
  2. SMKN 1 PPU
  3. SMPN 27 PPU
  4. SMAN 3 PPU
  5. SMPN 2 PPU

The Verdict:

Dengan melibatkan remaja sebagai agent of change, Otorita IKN sedang membangun fondasi sosial yang kuat. Bukan hanya membangun gedung tinggi, tapi juga memastikan “manusianya” sehat, cerdas, dan siap bersaing di panggung dunia. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *