Subscribe

Harga Sapi Kurban di Samarinda Melonjak, Biaya Angkut Jadi Biang Keladi

2 minutes read

Samarinda – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, warga Samarinda harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli hewan kurban. Harga sapi mulai merangkak naik, dipicu membengkaknya biaya angkut ternak dari luar daerah yang selama ini menjadi tumpuan pasokan Samarinda.Kondisi ini kembali memperlihatkan lemahnya kemandirian peternakan lokal. Ketika ongkos distribusi naik, harga sapi di pasaran langsung ikut melonjak dan masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak.Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda mengakui kenaikan harga tersebut tidak bisa dihindari karena sebagian besar sapi kurban masih didatangkan dari luar Kalimantan Timur, termasuk dari Kupang.“Stok sapi masih aman. Memang ada kenaikan harga dibanding sebelumnya karena biaya angkut juga meningkat,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, Kamis 21 Mei 2026.Saat ini harga per ekor menembus Rp18 juta hingga Rp35 juta, tergantung ukuran dan bobot ternak.Meski pemerintah memastikan stok aman, lonjakan harga tetap menjadi keluhan utama masyarakat jelang hari raya. Sebab, kenaikan biaya transportasi otomatis dibebankan ke harga jual di kandang-kandang penampungan.Data DKPP mencatat sejak Februari 2026 sebanyak 15.200 ekor sapi telah masuk melalui pasar hewan Samarinda. Jumlah itu menunjukkan tingginya ketergantungan kota ini terhadap suplai ternak dari luar daerah.Ironisnya, di tengah kebutuhan kurban yang terus meningkat setiap tahun, produksi peternak lokal belum mampu menjadi penopang utama pasar. Dalam dua tahun terakhir, kebutuhan Iduladha di Samarinda rata-rata mencapai 5.700 ekor sapi dan sekitar 3 ribu ekor kambing serta domba.DKPP pun mulai mendorong program penggemukan sapi lokal untuk mengurangi dominasi pasokan luar daerah. Selain memperkuat kemandirian pangan, langkah itu dinilai penting agar harga hewan kurban tidak terus bergantung pada mahalnya biaya distribusi antarpulau.Menurut Maskuri, sapi lokal justru memiliki kualitas fisik yang lebih baik dibanding ternak kiriman, meski dijual dengan harga sedikit lebih mahal.“Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan sapi dengan kualitas bagus dari peternak lokal. Harganya memang lebih tinggi, tetapi kondisi dan performa sapinya juga lebih baik,” ujarnya.Selain persoalan harga, DKPP juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah peredaran ternak sakit atau tidak layak jual menjelang Iduladha.Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh sapi dan kambing yang masuk ke Samarinda, termasuk di kandang penjualan dan pasar hewan, untuk memastikan hewan kurban tetap sehat dan memenuhi syariat kurban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *