Gas Subsidi Tepat Sasaran, Pemkot Samarinda Klaim Inflasi Masih Terkendali
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memastikan distribusi elpiji 3 kg bagi warga kurang mampu tetap berjalan sesuai sasaran. Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, kondisi inflasi di Kota Tepian juga disebut masih relatif stabil.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan sekitar 18 ribu warga kurang mampu telah terdata sebagai penerima elpiji subsidi. Mereka memperoleh kartu khusus untuk mengambil gas sesuai alokasi yang ditetapkan.
Menurutnya, potensi kelangkaan gas elpiji bukan berasal dari kebutuhan masyarakat miskin, karena kuota kelompok tersebut telah dipastikan terpenuhi. Sebagian pasokan lainnya memang dialokasikan untuk masyarakat umum dan pelaku UMKM.
Pemkot juga berencana melakukan pendataan khusus bagi UMKM agar distribusi gas lebih merata dan pelaku usaha kecil tidak kesulitan mendapatkan pasokan.
Di sektor ekonomi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok pascakenaikan harga BBM nonsubsidi. Sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan ikan layang mengalami kenaikan, namun masih dalam kategori fluktuasi normal.
“Sejauh ini kenaikan harga belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah masih terjaga,” kata Marnabas, Jumat (19/6/2026).
Pemkot Samarinda menegaskan evaluasi terhadap distribusi gas subsidi dan perkembangan inflasi akan terus dilakukan agar pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman dan terkendali.