Subscribe

El Nino Mengancam, Wali Kota Balikpapan Minta Warga ‘Diet’ Air Bersih

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com :  Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menginstruksikan seluruh warga untuk memperketat penggunaan air bersih. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi bakal menghantam Kota Beriman.

“Antisipasi harus dilakukan secara kolektif. Kita sudah tahu ada potensi El Nino dan kemarau berkepanjangan, karena itu penggunaan air harus lebih hemat dan bijak mulai dari tingkat rumah tangga,” ujar Rahmad Mas’ud di Balikpapan, Kamis.

Rahmad menegaskan, kedisiplinan warga dalam menghemat air bakal jadi penentu utama ketahanan stok air baku kota. Masalahnya, sumber air di Balikpapan sangat bergantung pada curah hujan (tadah hujan) untuk mengisi waduk-waduk utama.

Langkah Strategis Pemkot Balikpapan

Meski meminta warga waspada, Rahmad mengimbau masyarakat untuk tidak panik berlebihan (panic buying atau cemas massal). Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sudah menyiapkan roadmap taktis untuk mengamankan pasokan air, terutama di wilayah rawan kekeringan.

Strategi Amankan Pasokan Air Baku:

  • Optimalisasi Waduk Teritip: Menjadi tulang punggung baru untuk memperkuat cadangan air di luar Waduk Manggar, terutama saat penguapan tinggi selama musim kemarau.
  • Normalisasi DAS Manggar: Pemkot akan segera melakukan pengerukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar demi mengatrol kapasitas tampung air baku.

Beban Berat Balikpapan Sebagai Penyangga IKN

Rahmad tidak menampik bahwa tantangan penyediaan air bersih di Balikpapan kini makin kompleks. Sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan tengah menghadapi lonjakan populasi dan meroketnya aktivitas ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan masif ini wajib diimbangi dengan keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan konservasi alam.

Oleh karena itu, warga diminta mandiri melakukan aksi nyata di rumah masing-masing, seperti:

  • Segera memperbaiki kebocoran pipa rumah tangga.
  • Mengurangi aktivitas yang membuang-buang air.
  • Menerapkan konsep water recycling (menggunakan kembali air bekas pakai untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti menyiram tanaman).

“Insya Allah pemerintah terus berikhtiar menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan. Namun, dukungan penuh dari warga melalui penghematan air harian juga akan sangat menentukan keberhasilan kita melewati masa sulit di musim kemarau nanti,” pungkas Rahmad. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *