Dituduh Gelapkan Kargo Rokok Rp45 Miliar, Kapal Asing MV Global 88 Delapan Hari Diamankan di Teluk Balikpapan
Balikpapan , nusaetamnews.com : Kapal kargo asing MV Global 88 berbendera Niue telah menjalani delapan hari masa pengamanan di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah pengamanan ini dilakukan usai kapal tersebut pencegatannya dieksekusi oleh KRI Keris di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada 19 Oktober 2026.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Rudhiro Pratomo, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk dan informasi lanjutan dari Polda Jawa Timur serta Koarmada RI terkait status hukum kapal tersebut.
Rudhiro menjelaskan bahwa pengamanan kapal berbendera negara kepulauan Pasifik yang sejatinya hendak berlayar menuju Filipina ini merupakan bentuk koordinasi lintas instansi. Penindakan di laut berawal dari adanya pengaduan resmi di wilayah hukum Jawa Timur melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) tertanggal 19 Oktober 2026.
Laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut dilayangkan oleh Direktur PT Kaltara Jaya Abadi, Arif Suwandi Syam, terhadap Direktur PT Tembakau Sjajasakti Sari, Chandra Dinata.
Terlapor diduga menggelapkan kargo rokok putih yang diangkut oleh MV Global 88 dengan taksiran nilai kerugian mencapai Rp45 miliar dari peristiwa yang terjadi pada Desember 2025 lalu.
Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum MV Global 88, Fajriani Langgeng, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh muatan ekspor rokok putih di atas kapal dibekali dokumen resmi yang lengkap, manifes pelayaran yang sah, surat jalan gudang Surabaya, serta kelulusan persetujuan Bea Cukai.
Fajriani menilai penahanan kapal beserta 12 orang kru tidak berdasar karena muatan rokok tersebut secara sah milik pemesan di Filipina, yakni JSA Consumer Goods Trading Philippines, bukan milik pihak pelapor. Menurutnya, sengketa antarpihak di Surabaya seharusnya tidak mengorbankan operasional kapal kargo niaga yang sedang menjalankan prosedur ekspor legal.
Di sisi lain, Danlanal Balikpapan memastikan kondisi 12 orang anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga negara asing (WNA)—termasuk sang kapten bernama Vijay—dalam keadaan sehat dan aman.
Saat ini MV Global 88 masih melakukan lego jangkar di perairan Teluk Balikpapan, tepat di depan Pelabuhan Semayang. Aparat penegak hukum maritim tetap bersiaga menanti keputusan final dari pimpinan TNI AL dan penyidik kepolisian demi memberikan kepastian hukum.(ant/one)