Subscribe

Demo Berakhir, Massa Bertahan, Aparat Bubarkan dengan Water Cannon

2 minutes read

Samarinda – Aksi 21 April yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa, 21 April 2026, awalnya berjalan damai sejak pagi hingga sore hari. Namun, situasi berubah menjadi tidak kondusif setelah waktu aksi berakhir dan sebagian massa memilih bertahan di lokasi.

Sekitar pukul 18.00 Wita, massa yang tersisa di depan pintu masuk Kantor Gubernur Kaltim dan kawasan Teras Samarinda terlihat enggan meninggalkan area, meski sebagian besar peserta aksi lainnya telah membubarkan diri. Kondisi ini memicu kekhawatiran aparat keamanan akan potensi gangguan ketertiban.

Petugas kepolisian yang berjaga sejak awal aksi terus memberikan imbauan secara persuasif agar massa segera membubarkan diri dengan tertib. Imbauan tersebut disampaikan berulang kali melalui pengeras suara, namun tidak sepenuhnya diindahkan oleh massa yang masih bertahan.

Seiring berjalannya waktu, situasi mulai memanas. Sejumlah massa tampak meluapkan emosi, yang kemudian diikuti dengan aksi pelemparan batu dan air mineral ke arah aparat dan Kantor Gubernur Kaltim. Kondisi ini membuat aparat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pengendalian.
Aparat gabungan akhirnya bergerak secara bertahap untuk membubarkan massa. Upaya ini dilakukan dengan pendekatan terukur, dimulai dari dorongan perlahan untuk memecah konsentrasi massa di titik-titik tertentu.
Ketika massa tak kunjung membubarkan diri, kendaraan taktis water cannon dikerahkan ke garis depan. Semprotan air bertekanan tinggi digunakan untuk memukul mundur massa yang masih bertahan di sekitar gerbang Kantor Gubernur Kaltim.

Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar memberi komando langsung personel polisi yang bergerak menghalau massa.

Penggunaan water cannon tersebut secara perlahan efektif mengurai kerumunan. Massa mulai mundur dan meninggalkan lokasi aksi secara bertahap, meskipun sempat terjadi ketegangan di beberapa titik.

Hingga malam hari, aparat keamanan masih berjaga di sekitar kawasan Kantor Gubernur Kaltim guna memastikan situasi benar-benar kondusif dan mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi penutup aksi 21 April di Samarinda yang sejak awal berlangsung damai, namun berubah setelah massa tersisa menolak membubarkan diri sesuai waktu yang ditentukan yakni pukul 18.00 Wita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *