Bye Sektor Ekstraktif! Kaltim Racik Rindekrafda 2026-2030, Bidik Ekraf Jadi Motor Ekonomi Baru
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tancap gas mendiversifikasi ekonomi daerah. Tak ingin terus-menerus bergantung pada sektor ekstraktif, Pemprov kini memacu sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (RINDEKRAFDA) Kaltim 2026–2030.Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa sektor ekraf di Benua Etam tengah menunjukkan tren positif. Saat ini, kontribusinya telah sukses menembus angka 6,9 persen terhadap struktur ekonomi daerah.”Poin terpenting adalah ekraf bisa berkontribusi langsung terhadap perkembangan daerah. Kita ingin membangun fondasi ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Sri Wahyuni saat memberikan arahan strategis di Temindung Creative Hub (TCH) Samarinda, Rabu.Temindung Creative Hub: Markas Kolaborasi & InkubasiSebagai bukti keseriusan, Pemprov Kaltim telah menyulap area eks Bandara Temindung menjadi Temindung Creative Hub (TCH). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi wadah inkubasi bagi para pelaku ekraf lokal untuk mandiri dan naik kelas.”Fasilitas ini menjadi wadah utama kolaborasi, ajang kreasi, serta promosi produk kreatif lokal secara berkelanjutan. TCH adalah jawaban untuk memandirikan pelaku ekraf kita,” tegasnya.Strategi Hulu ke Hilir: Unggulan vs PotensialDalam Rindekrafda 2026–2030, Pemprov Kaltim tidak hanya sekadar membuat rencana, tetapi memetakan ekosistem secara terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari ketersediaan bahan baku hingga jalur distribusi pasar. Fokusnya adalah menciptakan dampak berganda (multiplier effect).Pemprov Kaltim secara spesifik membagi subsektor kreatif ke dalam dua pilar strategis:Subsektor Unggulan: Berfokus pada Kuliner, Kriya, Wastra, dan Aplikasi.Subsektor Potensial: Meliputi Seni Pertunjukan, Fotografi, Videografi, Film, dan Musik.Menyambut Peluang IKNLangkah strategis ini juga menjadi persiapan matang Kaltim dalam menyambut hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui sinergi antara akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten/kota, ekraf diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam diversifikasi ekonomi daerah di masa depan. (ant/one)