Bukan Cuma Jadi Penonton: Warga Sepaku Pimpin Langsung Penataan Koridor Penyangga IKN!
PENAJAM PASER UTARA, nusaetamnews.com :Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) nggak melulu soal gedung-gedung pencakar langit yang megah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di balik masifnya proyek nasional tersebut, ada cerita keren tentang bagaimana warga lokal di wilayah penyangga justru menjadi “kemudi” utama dalam menata lingkungan mereka sendiri lewat konsep pemberdayaan masyarakat.
Otorita IKN menegaskan bahwa wilayah desa dan kelurahan di sekitar KIPP—khususnya di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara—nggak akan dibiarkan jadi penonton. Sebaliknya, mereka dilibatkan aktif sejak awal.
“Pembangunan kawasan sekitar KIPP mengedepankan model pemberdayaan masyarakat,” ujar Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, Rabu (20/5/2026).
Direct Funding: Anggaran APBN Langsung ke Tangan Warga
Nah, yang bikin konsep ini makin menarik adalah sistem pendanaannya. Alih-alih lewat birokrasi yang berbelit-belit, dana kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini disalurkan langsung kepada masyarakat tanpa potongan atau pungutan sepeser pun.
Nantinya, kelompok masyarakat sendiri yang akan mengoordinasikan dan mengelola dana tersebut untuk pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Biar klop dan tepat sasaran, Otorita IKN juga sudah menggelar forum rembuk masyarakat di Kecamatan Sepaku guna menggali aspirasi dan memperkuat partisipasi warga.
Garap Proyek Drainase di Koridor Sepaku Juni 2026
Fokus perdana dari aksi keroyokan berbasis masyarakat ini adalah membangun sistem pengaliran air alias drainase. Proyek ini merupakan bagian penting dari penataan Koridor Sepaku yang mencakup dua wilayah:
- Desa Bukit Raya (menyasar penerima manfaat di wilayah RT 001 hingga RT 011)
- Desa Sukaraja (menyasar wilayah RT 001, RT 006, dan RT 007)
Bicara soal skala, proyek penataan koridor ini mencakup area seluas 219,76 hektare pada skala meso, dengan fokus area mikro di sepanjang Koridor Jalan Negara seluas kurang lebih 59,64 hektare.
Agar eksekusinya presisi, warga dilibatkan mulai dari survei lapangan untuk memetakan aliran air hingga menyusun spesifikasi teknisnya. Jika sesuai jadwal, proyek drainase ini siap action mulai Juni 2026.
Solusi Kurangi Genangan, Bikin Lingkungan Estetis
Selama ini, masalah infrastruktur air memang menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi warga Sepaku. Kehadiran drainase baru ini diharapkan bisa menaikkan kelas kualitas lingkungan sekaligus menjadi solusi ampuh meredam banjir lokal.
“Saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran pembuangan yang bermasalah,” ungkap Kepala Desa Sukaraja, Sugianto.
Sugianto menilai tujuan Otorita IKN ini sangat positif. Dengan dilibatkannya masyarakat secara total, hasil pembangunan di lapangan diyakini bakal lebih maksimal demi menciptakan ekosistem baru di KIPP IKN yang jauh lebih tertata, estetis, dan ramah lingkungan. Way to go, Sepaku! (ant/one)