Karpet Merah dari Bontang: Gandeng Investor, Sulap Melimpahnya Cakalang dan Tuna Jadi Industri Pengalengan Berkelas!
Bontang, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Bontang tampaknya gak mau lagi cuma mengandalkan sektor komoditas mentah. Memanfaatkan melimpahnya hasil laut dari kawasan kaya Selat Makassar, Bontang secara agresif resmi menggelar karpet merah guna menyambut para investor untuk membangun industri manufaktur pengalengan ikan.
Langkah strategis ini bukan sekadar wacana. Pemkot Bontang memberikan jaminan penuh bahwa tidak akan ada lagi sekat birokrasi yang rumit dan menghambat masuknya modal, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kami siap menyambut dengan karpet merah kepada calon investor yang masuk ke Bontang. Potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Provinsi Kalimantan Timur, terutama di Bontang,” tegas Wakil Walikota Bontang, Agus Haris, Rabu (20/5/2026).
4 Alasan Kuat Mengapa Bontang Adalah Tempat Investasi Paling Ideal
Berdasarkan kajian mendalam dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur bersama DPMPTSP Kota Bontang, setidaknya ada empat faktor utama yang membuat kota ini jadi lokasi perfect untuk hilirisasi perikanan:
- Keberlanjutan Bahan Baku: Pasokan komoditas laut segar tersedia melimpah sepanjang tahun tanpa putus.
- Infrastruktur Penunjang Memadai: Sudah memiliki Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang sangat representatif.
- Kesesuaian Lahan: Tata ruang wilayah Bontang sudah siap sedia menampung kawasan industri manufaktur skala besar.
- Regulasi Ramah Investasi: Kebijakan daerah menjamin kepastian hukum serta kemudahan usaha yang antimanjat birokrasi.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menegaskan komitmennya untuk mengawal kenyamanan para investor dari hulu sampai ke hilir. Bermodalkan Perda Nomor 1 Tahun 2017, pihak pemkot memberikan jaminan kepastian hukum, insentif fiskal, hingga pemangkasan birokrasi perizinan demi mempercepat hilirisasi ini.
Laut Lebih Luas dari Daratan, Produksi Tembus Puluhan Ribu Ton
Secara geografis, Bontang memang merupakan surga bahari yang sangat potensial dengan luas wilayah laut mencapai 497,57 km². Angka produksi perikanannya pun tergolong sangat masif dan menjanjikan:
- Perikanan Tangkap: Menembus 20.335,99 ton per tahun (melibatkan 3.181 rumah tangga nelayan).
- Perikanan Budidaya: Mencapai 4.453,04 ton per tahun (melibatkan 351 rumah tangga pembudidaya).
- Komoditas Unggulan: Didominasi oleh jenis ikan cakalang, tongkol, dan tuna dengan tren produksi yang terus meroket naik.
Hitung-Hitungan Cuan: Proyeksi Finansial yang Sangat Seksi!
Bagi para investor, rencana pendirian industri pengalengan ikan cakalang di Bontang ini bukan sekadar investasi hijau biasa. Berdasarkan studi kelayakan teknis dan finansial, proyek ini mencatatkan rapor angka keuntungan yang sangat prospektif dan bikin ngiler:
| Indikator Finansial | Proyeksi Keuntungan Proyek |
| Nilai NPV (Tahun ke-5) | Rp 3.334.343.157 |
| Internal Rate of Return (IRR) | Berada di angka tinggi 56,01% |
| Net Benefit/Cost (Net B/C) | Sebesar 1,6 |
| Payback Period (PBP) | Modal balik cepat dalam 4 tahun, 4 bulan, 9 hari |
| Titik Impas / BEP Unit | Sebesar 549.653 unit kaleng |
| Titik Impas / BEP Rupiah | Tercapai saat menyentuh keuntungan Rp5.496.528.333/tahun |
Lewat gebrakan yang agresif dan terukur ini, Pemkot Bontang sangat optimistis bisa mentransformasi kekayaan laut mentah mereka menjadi produk hilirisasi bernilai tambah tinggi. Produk lokal rasa global ini pun siap maju dan bersaing sengit di pasar nasional maupun internasional. Saatnya industri perikanan Bontang naik kelas! (ant/one)