Buka 1,5 Juta Loker! Karyawan Kopdes Merah Putih Wajib Warga Lokal, Penerima Bansos Jadi Prioritas
Jakarta, nusaetamnews.com : Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih siap menjadi mesin pencetak lapangan kerja masif di tingkat akar rumput. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan rekrutmen karyawan operasional Kopdes tidak akan dilakukan secara terpusat, melainkan wajib memberdayakan warga dari desa setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja terjadi langsung di jantung desa masing-masing.
Privilese untuk Penerima Bansos
Berbeda dengan rekrutmen manajer yang dilakukan secara nasional, posisi staf pendukung seperti kasir, sekuriti, hingga sopir akan diserahkan penuh kepada otoritas desa. Menariknya, pemerintah memberikan karpet merah bagi penerima bantuan sosial.
“Penerima manfaat (bansos) seperti PKH bisa membantu menjadi karyawan untuk posisi kasir, sekuriti, sopir, dan lainnya. Pokoknya kita akan libatkan masyarakat di desa itu,” tegas Ferry usai rapat koordinasi di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Skema Rekrutmen: No Orang Luar!
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memberikan instruksi tegas: warga dari luar desa dilarang keras ikut serta dalam rekrutmen staf pendukung ini.
Beberapa poin krusial terkait rekrutmen karyawan Kopdes:
- Jalur Pendaftaran: Dilakukan melalui koordinasi dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa setempat.
- Kuota per Desa: Setiap Kopdes akan menyerap 17 karyawan di luar posisi manajer.
- Target Nasional: Pemerintah memproyeksikan terciptanya 1,56 juta lapangan kerja baru di seluruh pelosok desa.
Masa Transisi Agrinas
Sebagai penanggung jawab pembangunan fisik, PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengelola operasional Kopdes selama dua tahun pertama. Setelah sistem stabil, pengelolaan akan diserahkan sepenuhnya kepada pengurus koperasi desa untuk keberlanjutan jangka panjang.
Strategi ini diharapkan tidak hanya memperkuat distribusi pangan, tetapi juga menjadi solusi konkret untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa secara mandiri. (ant/one)