BPJS Jangan Hanya Kejar Kepesertaan, Pelayanan Harus Lebih Baik
SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tidak hanya mendorong perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tetapi juga mengingatkan BPJS Kesehatan agar fokus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Menurut Rudy, target kepesertaan yang hampir menyentuh seluruh penduduk tidak akan berarti jika peserta masih menghadapi kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Saya ingin semua rakyat Kaltim, baik yang kurang mampu maupun pekerja rentan, terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang baik ketika harus berobat ke rumah sakit,” tegas Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr Herman Dinata Mihardja, di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/7/2026).
Rudy juga meminta BPJS Kesehatan mengambil peran lebih besar dalam membantu menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, bukan sekadar mengelola administrasi kepesertaan.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan capaian kepesertaan JKN di Kaltim sudah mencapai 99 persen dari sekitar 4,2 juta penduduk. Tingkat kepesertaan aktif juga mencapai 89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 80 persen.
Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr Herman Dinata Mihardja, menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim menjadi modal penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan cakupan JKN.
Meski demikian, Rudy mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari tingginya angka kepesertaan. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas ketika mengakses fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur memberi dukungan penuh untuk kepesertaan JKN BPJS Kesehatan di Kaltim,” ungkap Herman Dinata Mihardja.
“Keaktifan Kaltim di atas rata-rata nasional 80 persen,” imbuhnya.