Biar Nggak Ketergantungan Bansos, Dinsos Kaltim Genjot Pemberdayaan Ekonomi Warga PBI
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur terus tancap gas menggalakkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI). Langkah ini diambil untuk mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus mempercepat proses pengentasan kemiskinan di Bumi Etam.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa proyek pengentasan kemiskinan ini tidak berjalan sendiri. Pihaknya terus membangun sinergi vertikal, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga jajaran pemerintah pusat.
“Program ini sudah berjalan, baik oleh Dinas Sosial provinsi, kabupaten/kota maupun pemerintah pusat. Pendekatannya memang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi,” ujar Andi di Samarinda, Kamis.
Lewat program ini, kelompok masyarakat rentan tidak hanya diberi bantuan cuma-cuma, melainkan intervensi nyata berupa:
- Suntikan modal usaha untuk memulai atau memperluas bisnis.
- Pelatihan keterampilan agar lebih kompetitif di dunia kerja atau wirausaha.
- Fasilitas pendukung untuk menunjang produktivitas.
Pengawasan Berlapis via Sistem Digital
Biar bantuan nggak salah sasaran atau mandek di tengah jalan, Dinsos Kaltim menerapkan sistem pengawasan berlapis. Ada dua strategi utama yang diandalkan di lapangan:
2 Instrumen Pengawasan Dinsos Kaltim:
- Pendampingan Melekat: Menempatkan petugas sosial langsung di lapangan secara berkala untuk membimbing penerima manfaat dalam mengelola modal usahanya.
- Integrasi DTKS: Seluruh profil penerima program dan jenis bantuan dikunci dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar proses monitoring dampak kesejahteraan berjalan transparan dan terukur.
Target: Cetak Masyarakat Mandiri
Melalui skema komprehensif ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis bisa menekan angka ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos). Target akhirnya adalah mencetak masyarakat yang tangguh dan mandiri secara ekonomi secara bertahap. (ant/one)