Subscribe

Wih! Usia Harapan Hidup Kaltim Naik 5 Tahun Sampai 79! Rahasianya: Senam Gratis Bareng Wagub!

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Good news dari Kaltim, Guys! Angka Usia Harapan Hidup (UHH) di Kalimantan Timur melonjak drastis 5 tahun, dari 74 tahun di 2021 jadi 79 tahun di 2025! Keren abis!

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di Samarinda, Kamis, bongkar rahasia peningkatan ini. Ternyata, ini berkat effort pemerintah dan komunitas kesehatan yang gaspol dorong gaya hidup sehat, lewat sosialisasi dan kegiatan fisik rutin.

“Pemerintah bantu support dengan sosialisasi dan kegiatan yang menyehatkan. Kayak senam rutin gratis yang kami gelar tiap Sabtu dan Minggu di Stadion Sempaja, bareng Ibu Sekjen,” kata Wagub Seno saat Pelantikan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim.

Pelayanan Kesehatan All-Out

Wagub Seno Aji menegaskan, langkah ini sejalan dengan ambisi besar Kaltim menuju visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.

  • Edukasi Gratis: Pemerintah enggak cuma fokus upgrade SDM lewat pendidikan gratis.
  • Kesehatan Gratis: Pelayanan kesehatan juga dikasih gratis buat seluruh masyarakat!

Beliau juga highlight upaya promotif dan preventif, khususnya collaborate bareng Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Program keren yang di-dorong termasuk:

  • Senam jantung
  • Kampanye hidup sehat
  • Pemeriksaan kesehatan gratis

Ini juga nyambung banget sama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto buat kasih pemeriksaan kesehatan gratis. “Dengan cek kesehatan dini, kita bisa tahu kondisi jantung sebelum jadi penyakit serius. Medical check-up rutin itu penting buat deteksi awal!” tegas Wagub Seno.

Pesan Penting buat YJI: Go Digital!

Dalam momen pelantikan pengurus YJI Kaltim, Wagub Seno kasih challenge penting:

  1. Perkuat Kolaborasi: Gandeng terus Pemda, dari level kabupaten/kota sampai provinsi.
  2. Naikkan Literasi Kesehatan: Genjot edukasi soal kesehatan jantung dan deteksi dini ke masyarakat.
  3. Kampanye Hidup Sehat: Aktif kerja sama bareng Dinas Kesehatan.
  4. Manfaatkan Digital: Upgrade sosialisasi kesehatan pakai teknologi digital biar jangkauannya luas!

“Pelantikan ini baru start. Setelah ini, YJI harus bisa kasih kontribusi nyata buat seluruh masyarakat Kaltim,” tutup Seno Aji. (ant/one)

 Waspada Pneumonia! Dinkes Kaltim Upgrade Skill Nakes, Deteksi Dini Balita Wajib Pakai Oksimeter!

Samarinda, ANTARA – Guys, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur lagi gercep! Mereka lagi ngebut pelatihan buat petugas Puskesmas biar super jago mendeteksi dini pneumonia pada balita, pakai metode catchy yang namanya Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, di Samarinda, Sabtu, tegas bilang:

“Alat basic seperti termometer dan oksimeter harus siap tempur dan on di Puskesmas! Ini krusial buat nentuin seberapa parah ISPA-nya,” katanya.

Beliau menekankan kalau skill petugas wajib naik kelas karena pneumonia masih jadi pembunuh utama balita di Indonesia.

Napas Kunci Diagnosis

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, Ivan Haryadi, nambahin kalau akurasi hitungan frekuensi napas itu key banget. Jangan sampai kasus pneumonia kelewat saat pemeriksaan awal!

Dinkes Kaltim fokus menstandardisasi layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), karena ini bukan cuma program, tapi kewajiban standar pelayanan.

Mereka juga bedah tuntas detail teknis buat nilai tanda bahaya umum pada anak, mulai dari kemampuan minum, kejang, sampai suara napas yang aneh (stridor).

Bye-Bye Data Nol Persen!

Sistem pelaporan juga jadi sorotan utama, guys! Kenapa? Karena data kasus dari Kaltim di pusat sempat tercatat nol persen – gawat!

Eits, tapi Kemenkes sudah kasih solusi! Tim Kerja ISPA dari Kementerian Kesehatan, Deni, ngenalin format pelaporan baru berbasis software yang bakal efektif Januari 2025.

“Indikator program sekarang shifting fokus. Dari sekadar pengobatan, kita pindah ke cakupan penemuan kasus dengan target nasional 50 persen di 2026,” ujar Deni.

Para peserta dari berbagai daerah pun langsung diajak simulasi real time pengisian data balita dan estimasi kasus.

Dinkes berharap, kolaborasi lintas program (kayak Gizi dan Imunisasi) bisa makin solid biar angka kesakitan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ini bisa ditekan habis! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *