Subscribe

KUR Gaspoll Rp238,7 T! Capai 83% Target, Tapi Menteri UMKM ‘Semprot’ Bank Soal Agunan

2 minutes read

JAKARTA (nusaetamnews.com)Kabar baik buat UMKM! Menteri UMKM Maman Abdurrahman spill data realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini. Per 15 November 2025, penyaluran KUR sudah menyentuh angka Rp238,7 triliun, lho.

Angka ini sudah mencapai 83,2% dari total target Rp286,61 triliun tahun ini!

UMKM ‘Naik Kelas’ Melebihi Target!

Maman happy banget, sebab sektor yang paling banyak dibiayai sudah sesuai harapan. Sebanyak 60,7% KUR disalurkan ke sektor produksi, ngelewatin target awal 60%.

Bahkan, jumlah UMKM yang sudah ‘naik kelas’ (debitur graduasi) juga pecah rekor:

  • Realisasi: 1.321.830 orang
  • Persentase: 112% dari target awal 1,17 juta debitur!

Tapi Ada Keluhan: Bank Nakal Minta Agunan

Meski penyaluran gaspoll, Maman mengakui masih banyak keluhan klasik dari UMKM soal susahnya akses KUR. Dua masalah utama:

  1. Persyaratan agunan (jaminan).
  2. Data debitur di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Menteri Maman bahkan secara terbuka menyentil praktik di lapangan. Aturan kan jelas: pengajuan KUR di bawah Rp100 juta enggak boleh dimintakan agunan!

Menteri UMKM Kencengin Aturan: Jangan Minta BPKB/Sertifikat!

Maman mengakui, kadang petugas bank tetap meminta salinan BPKB atau sertifikat tanah. Tujuannya? Konon, untuk verifikasi atau tekanan psikologis ke debitur biar gak ada moral hazard.

Tapi, Kementerian UMKM tetap tegas melarang!

“Walau apapun itu, kami dari Kementerian UMKM, karena memang ini sudah aturan, kami nggak akan mungkin keluar dari situ (regulasi yang ada). Jadi, kami tetap melakukan monitoring dan evaluasi yang namanya angka (pinjaman) Rp1 juta sampai Rp100 juta, tidak boleh dimintakan agunan,” tegas Maman.

Intinya, monitoring dan evaluasi akan diperketat biar praktik nakal ini gak terjadi lagi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *