Subscribe

Seno Aji Buka Ruang Kritik Karhutla, Minta Diskusi Publik Tak Sekadar Formalitas

3 minutes read

SAMARINDA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) tak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Publik, terutama anak muda, perlu memahami bagaimana kebakaran ditangani, seberapa luas dampaknya, hingga berapa anggaran yang digelontorkan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji membuka ruang bagi mahasiswa dan komunitas anak muda untuk membedah persoalan tersebut melalui diskusi publik. Namun, ia meminta kegiatan itu tidak berhenti pada forum seremonial tanpa melibatkan pihak yang benar-benar memahami penanganan karhutla di lapangan.

Arahan itu disampaikan Seno saat menerima audiensi Ruang Bijak di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Kamis (5/11/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana Diskusi Publik bertajuk “Samarinda Tangguh, Kaltim Terjaga: Kolaborasi Publik dalam Mitigasi dan Penanggulangan Karhutla”.

Seno mengarahkan Ruang Bijak menghadirkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sebagai narasumber utama. Alasannya, BPBD merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang menangani langsung kebakaran di lapangan.
Dengan begitu, diskusi tidak hanya menjadi ruang bertukar pendapat, tetapi juga bisa membedah fakta penanganan karhutla secara lebih konkret.

“Tapi kalau untuk kalian membantu pemerintah untuk berdiskusi, supaya mahasiswa paham, silakan aja. Kami terbuka,” ujarnya.

Menurut Seno, keterlibatan BPBD memungkinkan peserta mendapatkan penjelasan lebih terukur mengenai luas wilayah yang terbakar, area yang sudah dipadamkan, langkah penanganan, hingga penggunaan anggaran.

Bukan sekadar membahas kebakaran, forum itu diharapkan bisa membuka pemahaman publik mengenai bagaimana pemerintah bekerja menghadapi karhutla.

Seno juga mendorong Ruang Bijak memperluas peserta diskusi. Mahasiswa tetap menjadi bagian penting, tetapi forum tersebut perlu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemangku kepentingan lain agar pembahasan tidak hanya berputar di lingkungan kampus.

Ia meminta Ruang Bijak segera berkomunikasi dengan Kepala BPBD Kaltim untuk mematangkan rencana kegiatan.
BPBD Bergerak, Water Bombing Dijadwalkan 11 November

Dalam audiensi tersebut, Seno turut memaparkan sejumlah langkah penanganan karhutla yang telah dilakukan Pemprov Kaltim.

BPBD Kaltim menggelar rapat koordinasi daring setiap pukul 09.00 Wita bersama seluruh kabupaten dan kota. Pemerintah juga telah menetapkan posko penanganan di berbagai wilayah, lengkap dengan data relawan yang terlibat.

Bantuan telah disalurkan ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk Pelita 8. Pemprov Kaltim juga mengajukan dukungan tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, operasi pemadaman melalui water bombing oleh BNPB dijadwalkan mulai 11–12 November 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan kebakaran, terutama ketika kondisi lapangan membutuhkan dukungan tambahan.

Seno juga menjelaskan kondisi kabut asap yang sempat dirasakan masyarakat Kaltim. Menurutnya, arah angin dari barat ke timur turut memengaruhi penyebaran asap, meskipun jumlah titik api di Kaltim relatif sedikit.

Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, musim hujan diperkirakan hanya berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Setelah itu, potensi kembali memasuki musim kering mulai Januari 2027 harus menjadi perhatian bersama.

Artinya, upaya pencegahan tidak boleh berhenti ketika kebakaran mulai mereda. Pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menyiapkan langkah antisipasi sebelum kondisi kembali memburuk.

Di tengah situasi itu, Seno menilai keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran publik.

Ia ingin mahasiswa tidak hanya mengetahui persoalan karhutla dari pemberitaan, tetapi juga memahami bagaimana kebijakan, koordinasi, dan penanganan dilakukan.

“Karena anak-anak muda ini memang harus diberi ruang, supaya mereka juga, karena mereka nanti kan ke depan yang menggantikan di sini. Kalau mereka nggak tahu kan repot nanti,” pungkasnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan dan Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Doni Fahroni.
Dari Ruang Bijak hadir Founder sekaligus Ketua Umum Faradila Melanie, Sekretaris Jenderal Widhi Rahmayanti, serta anggota Uci Makita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *