Subscribe

BPBD Kaltim Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan 28 Titik Api Aktif

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana menerjunkan helikopter water bombing untuk menaklukkan 28 titik api aktif di wilayah Kaltim. Langkah pemadaman udara ini diambil akibat krisis sumber air dan sulitnya medan yang dihadapi tim darat.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa intervensi udara sangat mendesak mengingat fenomena El Nino diperkirakan bakal memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan hingga awal tahun 2027. Potensi hujan ringan pada Oktober mendatang juga diprediksi belum cukup signifikan untuk memadamkan karhutla.

Data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim per 7 September 2026 mencatat ada 761 titik panas yang tersebar di Kaltim, di mana 28 titik di antaranya terkonfirmasi sebagai titik api aktif. Kabupaten Paser menjadi wilayah terdampak terparah dengan 13 titik api, disusul Kabupaten Berau sebanyak 7 titik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Tresna Rosano menyampaikan bahwa pengerahan satu unit helikopter pemadam dipusatkan dari Bandara APT Pranoto Samarinda. Pihaknya berkoordinasi erat dengan BPBD kabupaten dan kota untuk mengunci koordinat lokasi secara presisi agar pengeboman air tepat sasaran.

Sementara itu, upaya pemancingan hujan lewat Operasi Modifikasi Cuaca terpaksa dihentikan sementara karena minimnya pertumbuhan awan konvektif akibat cuaca yang terik. Selain memicu titik api, kemarau panjang ini juga mulai menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Paser yang kini mulai disuplay bantuan air lewat truk tangki.

BPBD Kaltim menyerahkan penuh penegakan hukum atas dugaan kesengajaan pemicu karhutla kepada kepolisian, sembari mengimbau perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk bergerak cepat merespons temuan titik api di area operasional masing-masing. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *