Wagub Seno Aji Tantang Kompak Buktikan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Wadah Organisasi
SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menantang kepengurusan baru Dewan Pengurus Pusat Komunitas Masyarakat Pendukung Perubahan Kalimantan Timur (DPP Kompak) periode 2026–2031 untuk membuktikan kerja nyata bagi masyarakat.
Pesannya tegas. Kompak tidak boleh berhenti sebagai organisasi yang hanya mengumpulkan massa, tetapi harus mampu melahirkan program yang memberikan manfaat langsung.
Salah satu yang didorong Seno Aji adalah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sektor ini punya peran penting dalam membuka lapangan kerja sekaligus menekan kemiskinan dan pengangguran.
“UMKM harus dikembangkan ke depan agar bisa mandiri dan membantu pemerintah, terutama dalam penyerapan tenaga kerja serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Inilah yang harus dicapai Kompak,” kata Seno Aji saat melantik DPP Kompak di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (9/9/2026).
Seno Aji juga meminta organisasi tersebut menjaga soliditas internal. Nama Kompak, kata dia, harus benar-benar tercermin dalam cara organisasi bekerja.
“Kalau sudah namanya Kompak, pasti kompak, pasti bersatu. Sesuai dengan namanya, ketua umum harus bisa menjaga kekompakan organisasi dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya memperkuat internal, Kompak juga didorong membangun jaringan lebih luas dengan organisasi kemasyarakatan, paguyuban kedaerahan, dan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi menjadi modal penting untuk menjaga Kaltim tetap aman dan kondusif. Situasi tersebut juga berkaitan langsung dengan upaya daerah menarik investasi.
“Kita harus bersama-sama memastikan Kaltim menjadi provinsi yang kondusif, memegang teguh persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga terbangun iklim investasi yang bisa menarik minat investor ke Kaltim,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan jajaran Kompak agar tidak melupakan pesan Rakernas yang mengusung tagline “Kompak, Bergerak, Berdampak.”
Menurutnya, slogan tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja konkret. Kekompakan harus menghasilkan gerakan, sementara gerakan harus meninggalkan dampak yang bisa dirasakan anggota maupun masyarakat.
“Ketiganya harus berjalan selaras sehingga memberikan dampak positif yang jelas bagi anggotanya dan tentunya masyarakat,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, Seno Aji juga menerima gelar Tokoh Perubahan dari DPP Kompak Kaltim. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam mendorong agenda perubahan di daerah.
Seno Aji menyebut salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui program pendidikan gratis bagi putra-putri Kaltim.
“Perubahan ini dilakukan secara bersama-sama dengan Gubernur Dr H Rudy Mas’ud. Kami berkomitmen secara konsisten memberikan perubahan bagi Kaltim, terutama memberikan pendidikan gratis kepada putra-putri Kaltim dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Kepengurusan DPP Kompak 2026–2031 diharapkan tidak hanya solid di internal, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pelantikan turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, Pemerintah Kota Samarinda, Dewan Pembina Kompak Abdul Khairin, Ketua Umum DPP Kompak Adwin, Ketua Harian Junaidi, Sekretaris Buyung Sanjaya, serta jajaran pengurus DPP Kompak.