Usut Enam Titik Panas Karhutla di Tanah Grogot, Polres Paser Pasang Spanduk Penyelidikan
Paser, nusaetamnews.com : Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di Kabupaten Paser. Unit IV Tipidter Satreskrim Polres Paser resmi memasang spanduk penyelidikan di lokasi yang terdeteksi sebagai titik panas karhutla, mencakup tiga wilayah utama yaitu Desa Pulau Rantau, Desa Sempulang, dan Desa Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot.
Kapolres Paser AKBP Sofyan menjelaskan bahwa penancapan spanduk tersebut merupakan langkah awal penegakan hukum guna menandai lokasi yang kini berstatus dalam proses penyelidikan. Tim penyidik di lapangan fokus memeriksa pola sebaran api, kondisi vegetasi, serta melacak status kepemilikan tanah. Langkah ini dilakukan demi mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran, apakah dipicu oleh faktor alam atau terdapat unsur kesengajaan dari oknum yang tak bertanggung jawab.
Kabupaten Paser sendiri kini menjadi daerah dengan tingkat kejadian karhutla tertinggi di Kalimantan Timur. Data BPBD Kaltim merekam sebanyak 85 titik panas hingga pertengahan Agustus 2026. Bahkan dalam sepekan terakhir, BPBD Paser mencatat 67 kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 128,8 hektare, terutama di Kecamatan Tanah Grogot dan Batu Engau. Kondisi tanah mineral yang mengering serta munculnya titik api di lahan gambut kian menyulitkan proses pemadaman akibat minimnya pasokan air.
Dampak karhutla ini kian mengkhawatirkan setelah BMKG memprediksi kualitas udara di Paser berpotensi memburuk ke kategori tidak sehat akibat pekatnya kabut asap. Menanggapi situasi darurat ini, kepolisian mengimbau keras warga agar menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Polres Paser juga meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi pembakaran lahan dan memastikannya bakal menindak tegas para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku. (ant/one)