Subscribe

Pemkab Berau Gaspol Lestarikan Bahasa Banua Lewat Ekskul & Mulok SMP!

2 minutes read

Berau, nusaetamnews.com : Gak mau bahasa asli daerahnya punah begitu aja, Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, langsung ambil tindakan nyata. Mulai tahun ajaran baru ini, Bahasa Banua resmi masuk ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok) buat anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil biar generasi muda di Berau bisa tetap lancar cas-cis-cus pakai bahasa ibu mereka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, ngingetin kalau pelestarian bahasa daerah itu krusial banget buat menjaga identitas lokal.

“Pelestarian bahasa daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Berau. Ketika bahasa daerah mulai ditinggalkan, maka sebagian dari jati diri dan budayanya juga ikut hilang,” ujar Pak Said di Tanjung Redeb, Berau, Rabu.

Penutur Sedikit, Rawan Kegaet Bahasa Mayoritas

Faktanya nih, jumlah masyarakat Suku Berau (Banua) saat ini cuma berkisar 11,2 ribu jiwa . Angka itu cuma sekitar 3,7 persen dari total seluruh penduduk Kabupaten Berau yang mencapai 300 ribu jiwa.

Karena jumlah penuturnya yang tergolong minoritas, Bahasa Banua rawan banget kegusur sama bahasa mayoritas yang dipakai sehari-hari. Kalau didiemin, pelan-pelan bahasa ini bisa hilang tanpa jejak. Makanya, sekolah sekarang difungsikan bukan cuma tempat belajar matematika atau sains, tapi juga jadi basecamp buat menjaga warisan nilai, bahasa, dan budaya daerah.

Punya Payung Hukum Kuat, Bakal Merambah ke SD!

Penerapan kurikulum mulok Bahasa Banua ini udah resmi kick-off sejak Kamis (02/07/2026) lalu. Kerennya lagi, program ini gak cuma asal jalan, tapi punya dasar hukum yang kuat yaitu Peraturan Bupati Berau Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, membocorkan kalau rencana ini bakalan makin meluas ke depannya. Target mereka, anak-anak harus sudah kenal bahasa daerah sejak usia sedini mungkin.

“Penerapan bahasa tidak berhenti hanya di tingkat SMP, kami telah menyiapkan langkah lanjutan agar pembelajaran bahasa daerah dapat menjangkau peserta didik sejak usia lebih dini. Insya Allah pada 2027 akan diperluas ke jenjang SD,” ungkap Bu Mardia.

Dengan adanya langkah strategis ini, harapannya Bahasa Banua gak cuma berakhir jadi cerita sejarah atau warisan masa lalu di museum, tapi tetap hidup dan jadi kebanggaan yang terus dituturkan sama next generation di Berau! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *