Gandeng Ormas “Saatnya Bergerak”, DPRD Samarinda Gaspol Perkuat Pengawasan Pembangunan
Samarinda, nusaetamnews.com : Langkah segar diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Demi memperkuat fungsi pengawasan terhadap proyek pembangunan dan pelayanan publik di Kota Tepian, DPRD Samarinda resmi menggandeng Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) “Saatnya Bergerak” sebagai mitra strategis baru.
Kolaborasi ciamik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, setelah menerima audiensi resmi dari jajaran pengurus “Saatnya Bergerak” di ruang kerjanya pada Kamis (2/7).
Dalam pertemuan tersebut, pengurus “Saatnya Bergerak” tidak hanya memaparkan struktur kepengurusan barunya, tetapi juga menunjukkan bukti legalitas formal yang komplet, mulai dari akta notaris hingga pengesahan resmi dari Kemenkumham RI.
Bukan Sekadar Penonton Pembangunan
Helmi Abdullah memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen organisasi ini. Menurutnya, nama “Saatnya Bergerak” membawa representasi semangat perubahan yang sangat dibutuhkan oleh warga Samarinda saat ini.
“Kami menyambut baik dan siap bermitra. Nama organisasi ini merefleksikan gerakan nyata agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut aktif memberikan gagasan, pengawasan, hingga solusi konkret bagi kota ini,” ujar Helmi.
Helmi mengakui, fungsi pengawasan anggaran dan kebijakan yang melekat pada DPRD mustahil berjalan optimal tanpa adanya suplai data realistik dari lapangan. Di sinilah peran ormas yang terstruktur dinilai mampu menjadi perpanjangan tangan legislatif untuk menjaring aspirasi warga secara lebih real-time.
“Jika rekan-rekan menemukan persoalan krusial di lapangan yang merugikan atau berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak, segera sampaikan ke DPRD. Kami pastikan akan langsung menindaklanjutinya melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku,” tegas Helmi.
Aksi Perdana: Investigasi Kawasan Sungai Karang Mumus
Sebagai bentuk aksi nyata perdana, pengurus “Saatnya Bergerak” membeberkan rencana taktis mereka untuk melakukan survei dan investigasi lapangan di kawasan Sungai Karang Mumus (SKM) pada 4 Juli mendatang, bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup.
Fokus dari gerakan ini adalah:
- Mengidentifikasi problem lingkungan yang masih tersisa.
- Menghimpun data otentik mengenai efektivitas proyek normalisasi sungai.
Proyek SKM sendiri merupakan program prioritas yang digarap bareng oleh Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan Pemerintah Pusat.
Merespons rencana tersebut, Helmi menyatakan dukungan penuh. Ia menilai penataan kawasan bantaran SKM dan pengendalian banjir di Samarinda memang membutuhkan kerja lintas sektoral, termasuk kontrol sosial dari elemen sipil.
“Penataan SKM adalah kerja besar yang berkesinambungan. Pembangunan ini akan jauh lebih sempurna jika masyarakat ikut mengawal kualitasnya di lapangan secara konstruktif,” imbuhnya.
Melalui sinergi yang kokoh antara eksekutif, legislatif, dan organisasi kemasyarakatan, DPRD Samarinda optimis target pembenahan kota menuju Samarinda yang maju, tertata, dan berkelanjutan dapat diakselerasi dengan lebih cepat. (ant/one)