Subscribe

Tembus 99 Ribu Ton! DKP Kaltim Kawal Ketat Mutu Ikan Air Tawar Biar Aman Dikonsumsi

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Sektor perikanan budi daya air tawar di Kalimantan Timur lagi tumbuh subur banget, nih! Gak tanggung-tanggung, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat total produksi ikan air tawar dalam setahun terakhir sukses menembus angka 99.559 ton.

Tapi, DKP Kaltim gak cuma ngejar angka kuantitas aja. Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menegaskan kalau urusan kualitas dan keamanan pangan tetap nomor satu lewat program sertifikasi bagi para pembudi daya.

“Sertifikasi bagi pembudi daya ikan merupakan aspek yang menjadi fokus dalam upaya peningkatan kualitas dan keberlanjutan pengelolaan perikanan di Kaltim. Kami tak hanya fokus dengan pencapaian produksi saja,” ujar Irma di Samarinda, Rabu.

Kutai Kartanegara Jadi “King” Produsen Ikan Tawar

Penasaran dari mana saja asal puluhan ribu ton ikan tersebut? Tulang punggung utama perikanan tawar di Bumi Etam ternyata datang dari metode karamba, jaring apung, dan kolam air tenang. Menariknya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses mendominasi sebagai produsen tertinggi di hampir semua lini.

Biar makin kebayang petanya, yuk intip rincian datanya di bawah ini:

Metode Budi Daya Jumlah Produksi Catatan Penting
Karamba 92.525 Ton Disumbang utama oleh Kabupaten Kutai Kartanegara.
Jaring Apung Tawar 639 Ton Dikumpulkan dari gabungan 9 kabupaten/kota lainnya.
Kolam Air Tenang 6.353 Ton Hasil dari 10 wilayah se-Kaltim (Kukar tetap jadi yang tertinggi).
Total Produksi 99.559 Ton Tulang punggung perikanan budi daya tawar Kaltim.

Healthy Food, Healthy Life: Jaminan Bebas Cemaran dan Obat Terlarang

Bagi milenial dan Gen Z yang makin peduli sama isu kesehatan (healthy lifestyle), langkah DKP Kaltim ini tentu jadi kabar baik. Pemerintah Kaltim menjamin kalau aspek sanitasi, kebersihan perairan dari pencemaran, hingga aturan penggunaan obat kolam yang sesuai standar bakal dikawal ketat di lapangan.

Bukan cuma sekadar bagi-bagi sertifikat atau dokumen di atas kertas, DKP Kaltim juga menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan lapangan secara continue (berkelanjutan). Saat ini, strategi pengawalan mutu tersebut difokuskan kepada sekitar 95 kelompok masyarakat pembudi daya ikan yang dibina secara intensif.

“Dengan memilih produk yang bersertifikat, konsumen dapat memastikan bahwa ikan yang mereka konsumsi aman dan berkualitas,” tutup Irma. So, gak perlu ragu lagi kan buat rajin makan ikan lokal? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *