Subscribe

Biar Gak Punah, DPK Kaltim “Abadikan” Rahasia Minyak Waras Borneo Lewat Buku!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Siapa bilang literasi cuma soal baca buku teks yang membosankan? Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur punya cara keren untuk melestarikan ilmu pengobatan tradisional asli Dayak, Minyak Waras, yaitu dengan mendokumentasikannya ke dalam sebuah buku literasi aplikatif.

Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata bagaimana literasi bisa menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di zaman now.

“Mendokumentasikan kearifan lokal melalui tulisan merupakan bentuk nyata dari literasi aplikatif. Ketika kearifan lokal yang tadinya hanya diwariskan secara lisan berhasil didokumentasikan dalam sebuah buku fisik, di situlah kita berhasil merawat tradisi,” ujar Lisa di Samarinda, Rabu.

Buku yang baru saja diluncurkan ini berjudul “Minyak Waras Borneo Kai Ahim”. Lewat buku ini, DPK Kaltim ingin mengenalkan lebih luas kekayaan pengetahuan tradisional yang selama ini tersembunyi di pedalaman Kalimantan.

Perpustakaan Zaman Now: Bukan Cuma Gudang Buku, Tapi Penjaga Peradaban

Lisa juga blak-blakan soal transformasi perpustakaan di era modern. Menurutnya, perpustakaan hari ini bukan lagi sekadar ruangan sunyi tempat menyimpan koleksi buku berdebu. Perpustakaan mengemban misi besar untuk mendokumentasikan dan menyebarkan (diseminasi) pengetahuan Nusantara biar gak hilang ditelan zaman.

Ada sebuah quote menarik yang disampaikan Lisa terkait pentingnya menulis dan membaca:

“Dengan membaca, kita mentransfer ilmu lintas generasi, sedangkan dengan menulis, kita tengah mengabadikan peradaban daerah.”

DPK Kaltim optimistis banget kalau kemajuan suatu daerah itu sangat bergantung pada tingkat literasi dan budaya baca masyarakatnya. Targetnya, masyarakat Kaltim gak cuma jadi penonton atau penikmat informasi aja, tapi juga bisa jadi pencipta pengetahuan (knowledge creator).

Kolaborasi Bareng TBM dan Legislatif

Acara seru yang dikemas dalam bentuk seminar budaya dan bedah buku ini bisa sukses berkat kolaborasi apik antara Taman Baca Masyarakat (TBM) Iqro dan mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.

Lewat kehadiran buku pengobatan tradisional khas ini, generasi muda—terutama Gen Z dan Milenial—bisa membaca, mempelajari, sekaligus membedah keilmuan warisan leluhur secara ilmiah.

“Harapan pemerintah daerah sangat jelas, agar upaya edukasi kolektif ini mampu memicu lahirnya lebih banyak karya literasi lokal dari putra-putri daerah,” tutup Lisa. So, siap bikin karya literasi lokal versimu sendiri? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *