Telan Dana Rp1,2 Triliun, Jembatan Sungai Riko Bakal Jadi Urat Nadi Baru PPU-IKN
Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membidik proyek pembangunan Jembatan Sungai Riko sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Infrastruktur raksasa ini diproyeksikan menjadi urat nadi utama yang menghubungkan wilayah PPU langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pembangunan jembatan ini dinilai sangat strategis karena pengerjaannya akan berjalan pararel dengan rencana pembukaan rute jalan tol baru menuju ibu kota masa depan Indonesia tersebut.
“Perencanaan pembangunan Jembatan Sungai Riko itu sangat penting, karena nantinya juga seiring dengan rencana pembukaan jalan tol baru menuju IKN,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor, di Penajam, Minggu (21/6/2026).
Proyek Lintas Instansi Senilai Rp1,2 Triliun
Mengingat estimasi total biaya konstruksi fisik jembatan yang fantastis—mencapai kisaran Rp1,2 triliun—skema pendanaan akan disokong penuh oleh sinergi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat.
Saat ini, proyek tersebut berada di bawah penanganan Pemprov Kaltim dan tengah memasuki proses lelang perencanaan. Beberapa poin krusial terkait linimasa dan anggaran proyek ini antara lain:
- Penyusunan Dokumen: Pemprov Kaltim mengucurkan dana sekitar Rp8 miliar untuk evaluasi (review) dokumen perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) serta pra-studi kelayakan (Feasibility Study/FS).
- Target Rampung Dokumen: Dokumen DED dan pra-FS ditargetkan beres pada akhir tahun ini.
- Konstruksi Fisik: Jika seluruh tahapan administrasi lancar, pengerjaan fisik jembatan dijadwalkan mulai digarap pada tahun 2027.
- Komitmen Lokal: Pemkab PPU siap mengalokasikan dana rintisan (seed funding) sebagai bentuk dukungan awal di lapangan.
Buka Akses Logistik dan Kawasan Industri
Secara geopolitik dan ekonomi, Jembatan Sungai Riko dirancang sebagai jalur pendekat dari Jembatan Pulau Balang menuju IKN yang akan melintasi sejumlah kelurahan strategis, mulai dari Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung, hingga pusat Kelurahan Penajam.
Lebih dari sekadar jalur penghubung ke IKN, infrastruktur ini juga menjadi kunci pembuka isolasi geografis bagi dua aset ekonomi terbesar milik PPU.
“Selain mempermudah akses menuju IKN, Jembatan Sungai Riko juga membuka akses langsung menuju Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka,” pungkas Mudyat. (ant/one)