Keren! Emak-Emak di Muara Jawa Sukses Ekspor Lidi Nipah ke India Lewat Program Perhutanan Sosial
Samarinda, nusaetamnewscom : Siapa bilang urusan hutan cuma jadi ranahnya kaum pria? Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur membuktikan sebaliknya dengan sukses menggandeng kaum perempuan untuk mengelola program perhutanan sosial. Strateginya terbukti ampuh: selain menjaga kelestarian alam, program ini sukses bikin dompet emak-emak di pedesaan makin tebal.
Salah satu bukti nyatanya ada di Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam yang berpusat di Jalan Handil Buluh, Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Keberhasilan KTH Sinar Nilam tidak hanya tercermin dari capaian usahanya, tetapi juga dari keterlibatan aktif masyarakat khususnya kaum perempuan dalam berbagai kegiatan produktif,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, di Samarinda, Minggu (14/6).
Olah Nipah Jadi Anyaman, Kue, Sampai Pelet Ekspor
Nggak tanggung-tanggung, ada lebih dari 30 perempuan yang aktif menjadi penggerak roda ekonomi di KTH Sinar Nilam. Berkat pelatihan dan pendampingan intensif dari Dishut Kaltim, mereka kini terampil menyulap tanaman nipah—yang tumbuh subur di kawasan pesisir—menjadi produk bernilai jual tinggi.
Berikut deretan produk inovatif hasil kreativitas emak-emak KTH Sinar Nilam:
- Kerajinan Tangan: Anyaman estetik berbahan dasar lidi nipah.
- Sektor Pangan: Tepung nipah yang diolah menjadi aneka kue kering dan biskuit lezat.
- Zero Waste Produk: Sisa pemanfaatan tanaman dikembangkan menjadi produk pelet dan pupuk kompos agar tidak menyisakan limbah.
Hebatnya lagi, produk lidi nipah karya emak-emak Muara Jawa ini sudah berhasil menembus pasar internasional! KTH Sinar Nilam resmi menggandeng PT Ganesha Wahana Tata sebagai mitra strategis untuk memenuhi permintaan ekspor ke negara India. Tak hanya itu, mereka juga bermitra dengan PT Mustika Asri Agung untuk pengembangan investasi produk turunan nipah lainnya.
Kantongi NIB, Usaha Legal dan Makin Percaya Diri
Demi mendukung pergerakan ekonomi desa ini, pemerintah daerah juga turun tangan memastikan operasional usaha mereka berjalan aman dengan memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas ini membuat kelompok tani hutan ini makin lincah bermanuver di pasar modern.
Rusmadi menegaskan, program perhutanan sosial ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat lokal bisa meraup cuan melimpah tanpa harus merusak atau menggunduli ekosistem alam.
“Pemberdayaan kaum perempuan secara langsung ikut memupuk kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka kesejahteraan keluarga akan terwujud dan fondasi masyarakat desa menjadi semakin tangguh,” pungkas Rusmadi mantap. (ant/one)