Subscribe

Bukti Kalimantan Pernah Jadi Dasar Samudra, Kaltim Proteksi Ketat Batuan Purba Geosite Tanjung Sinondok Berau!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat mengamankan aset sejarah bumi. Kompleks batuan purba di Geosite Tanjung Sinondok, Kabupaten Berau, kini diproteksi secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian ekosistem dan warisan geologi yang bernilai sejarah tinggi.

Kawasan eksotis ini berlokasi di Kampung Teluk Sumbang dan masuk dalam wilayah kerja UPTD KPHP Berau Pantai Dishut Kaltim. Sejak tahun 2024, Kementerian ESDM resmi menetapkan kawasan ini sebagai Warisan Geologi nasional lewat Kepmen ESDM Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.

“Upaya pelestarian warisan geologi Tanjung Sinondok ini menjadi langkah mutlak pemerintah untuk melindungi kekayaan alam yang bernilai sejarah tinggi,” ujar Plt Kadishut Kaltim, Rusmadi, di Samarinda, Rabu.

Laboratorium Alam: Hamparan Batuan Dasar Samudra

Bukan sekadar tebing batu biasa, Tanjung Sinondok menyimpan kompleks batuan pra-tersier yang merekam jejak evolusi pembentukan bumi. Di sepanjang pesisir ini, kamu bisa menemukan komponen geologi langka seperti batuan breksi, batu gamping klastik, batuan basalt, hingga batuan gabro.

Menariknya, penemuan deretan batuan purba ini menjadi bukti empiris yang mencengangkan bagi dunia sains.

“Penemuan berbagai komponen batuan purba tersebut sekaligus menjadi bukti nyata secara empiris bahwa daratan Kalimantan pada masa lampau merupakan dasar Samudra,” ungkap Rusmadi.

Melihat potensinya yang luar biasa, Pemprov Kaltim memproyeksikan kawasan ini sebagai laboratorium alam raksasa. Ke depan, tata ruang wilayah ini bakal dioptimalkan untuk pusat penelitian kebumian, sarana edukasi, serta pengembangan konsep geowisata terpadu.

Mata Air Tawar di Bawah Laut & Kearifan Suku Basap

Selain magnet bagi para peneliti geologi, Tanjung Sinondok juga punya paket lengkap ekologi yang memanjakan mata. Kawasan ini menyajikan perpaduan kontras yang indah antara hutan primer yang masih perawan, bentang pegunungan, hingga ekosistem terumbu karang bawah laut.

Bahkan, ada fenomena alam super langka yang bikin para ilmuwan penasaran: munculnya mata air tawar langsung dari pori-pori bebatuan di bawah laut.

Di tengah keajaiban alam ini, denyut kehidupan sosial masyarakat lokal tetap terjaga murni. “Masyarakat lokal dari suku Basap Teluk Sumbang hingga kini masih berdampingan dengan alam melalui kebiasaan menangkap ikan secara tradisional di sana,” pungkas Rusmadi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *