Subscribe

Sulap Limbah Jadi Cuan! Emak-Emak Pesisir Berau Sukses Olah Kepala Udang Jadi “Uludang Crispy” Bernilai Ekspor

2 minutes read

Berau, nusaetamnews.com : Siapa sangka, kepala udang yang biasanya berakhir di tempat sampah kini menjelma jadi mesin pencetak rupiah bagi perempuan pesisir di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Lewat kolaborasi apik antara Pemkab Berau dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), para emak-emak ini sukses menyulap limbah perikanan menjadi camilan renyah bernilai ekonomi tinggi.

Kelompok perempuan super kreatif yang berada di bawah radar pendampingan ini adalah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Kerjasama Jaya, yang berbasis di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan.

“Pengembangan produk olahan merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha perikanan masyarakat. Terlebih makanan ringan ini dibuat dari kepala udang yang sebelumnya hanya menjadi limbah,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, di Tanjung Redeb, Rabu.

Majid menambahkan, sentuhan inovasi ini membuktikan bahwa masyarakat pesisir kini makin jeli melihat peluang usaha. Langkah ini tidak hanya mendongkrak kesejahteraan keluarga, tapi juga mendukung konsep sustainability (pengelolaan lingkungan berkelanjutan).

Lahir dari Program SOMACORE, Berbekal Izin Legal & Halal

Camilan unik bertekstur renyah ini diberi merek dagang yang cukup catchy: “Uludang Crispy”. Produk dari tangan pertama ini dibanderol dengan harga Rp25.000 per kemasan 100 gram untuk pembelian langsung di lokasi produksi.

Ketua Poklahsar Kerjasama Jaya, Riska Febriani, membeberkan bahwa skill mengolah limbah ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari program pendampingan intensif.

“Pengembangan udang krispi ini merupakan hasil proses belajar dan pendampingan dari YKAN dan Dinas Perikanan Kabupaten Berau, dalam kerangka program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE),” ungkap Riska.

Nggak main-main dalam berbisnis, Riska memastikan manajemen usaha kelompoknya sudah naik kelas. Saat ini, “Uludang Crispy” dan produk olahan lainnya sudah mengantongi izin usaha resmi dan sertifikat halal. Jaminan mutu ini otomatis bikin konsumen makin percaya dan gak ragu untuk borong.

Mulai Tembus Toko Oleh-Oleh Kabupaten

Berkat konsistensi rasa dan legalitas yang jelas, strategi pemasaran “Uludang Crispy” kini mulai meluas. Produk andalan kaum hawa Pegat Batumbuk ini tidak lagi cuma jago kandang di wilayah pesisir atau kecamatan setempat.

Saat ini, renyahnya “Uludang Crispy” sudah bisa dengan mudah ditemui di berbagai gerai dan toko oleh-oleh estetik di pusat Ibu Kota Kabupaten, tepatnya di Kota Tanjung Redeb. Inovasi ini jadi bukti nyata kalau limbah pun bisa jadi produk premium jika dikelola dengan kreativitas dan ekosistem pendampingan yang tepat! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *