Pecahkan Rekor! IKLH Kutai Timur Melesat Jadi yang Tertinggi di Kaltim
Sangata, nusaetamnews.com : Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sukses mengukir prestasi gemilang di bidang lingkungan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kutim menempati posisi puncak alias tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan capaian 80,85 poin pada tahun 2025. Angka ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 75,85 poin pada 2024.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa lompatan besar ini merupakan buah manis dari perbaikan tata kelola lingkungan hidup hasil kolaborasi solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Nilai IKLH Kutai Timur meningkat jadi 80,85 poin pada 2025. Hal ini tentu menjadi cermin dari upaya pengelolaan lingkungan yang semakin tertata,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Rabu (3/6/2026).
Raihan 80,85 poin tersebut resmi menempatkan Kutim dalam kategori lingkungan “Baik”, sekaligus sukses mengasapi sembilan kabupaten/kota lain di Kaltim.
Rapor IKLH Kabupaten/Kota di Kaltim 2025
Berikut adalah peta capaian IKLH di Kalimantan Timur yang menempatkan Kutai Timur sebagai jawara:
| Peringkat | Kabupaten / Kota | Skor IKLH 2025 |
| 1 | Kutai Timur | 80,85 |
| 2 | Berau | 77,21 |
| 3 | Kutai Kartanegara | 74,68 |
| 4 | Samarinda | 73,42 |
| 5 | Balikpapan | 72,90 |
| 6 | Kutai Barat | 71,05 |
| 7 | Bontang | 70,22 |
| 8 | Paser | 69,18 |
| 9 | Mahakam Ulu | 68,74 |
| 10 | Penajam Paser Utara | 67,55 |
Taktik Tegas dan Inovasi “Siaga Perisai”
Keberhasilan Kutim menduduki kasta tertinggi IKLH tidak lepas dari sejumlah strategi berani yang diterapkan di lapangan. Pemkab Kutim memperketat pengawasan industri dan tambang lewat aturan anyar: pencabutan izin lingkungan jika terbukti membuang limbah melebihi baku mutu.
Tak hanya itu, sensor pemantau otomatis berbasis real-time kini dipasang di muara sungai dekat area tambang batu bara dan perkebunan. Data dari sensor ini terkoneksi langsung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim untuk mendeteksi pelanggaran secara instan. Industri juga diwajibkan membangun kolam pengendapan limbah atau siap-siap diganjar denda maksimal.
Di tingkat akar rumput, inovasi lahir lewat Program Siaga Perisai (Sinergi Aksi Bersama Pemenuhan Air Bersih). Program eco-friendly ini mengajak warga dan perusahaan memasang filter penjernih air alami sederhana di desa-desa dengan memanfaatkan tanaman enceng gondok serta arang.
Rapor Hijau IPM hingga Pelayanan Publik
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna XVII DPRD Kutim terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Bupati Ardiansyah membeberkan bahwa tren positif tidak hanya terjadi di sektor lingkungan.
Berikut adalah deretan rapor hijau Pemkab Kutim sepanjang tahun 2025:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Melesat ke angka 76,48 (dari 75,90 pada 2024), sinyal kuat membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup warga.
- Sektor Pertanian & Perkebunan: Kontribusi terhadap PDRB melonjak menjadi 10,96% (dari 8,80% pada 2024).
- Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Kualitas pelayanan publik naik kelas ke angka 85,82 poin (dari 81,41 poin pada 2024).
“Pelayanan publik pun mengalami peningkatan signifikan, yang menggambarkan adanya perbaikan nyata dalam efektivitas birokrasi dan kesejahteraan masyarakat Kutim,” pungkas Ardiansyah. (ant/one)