Subscribe

Riuh IKN dan Senyapnya Perubahan: Menelisik Jejak Nyata Duet Rudy-Seno Untuk Bumi Etam

3 minutes read

RIUH RENDAH suara klakson kapal di Sungai Mahakam seakan menjadi latar belakang yang pas untuk menggambarkan dinamika politik di Kalimantan Timur. Di tengah pusaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kian masif, nama H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., kerap menjadi buah bibir, Baik yang positip maupun yang negatip. Dinamika tersebut sungguh membuat kami (penulis) tergelitik), sebenarnya selama hampir 2 tahun menjadi nahkoda bumi etam apa saja sih yang telah dilakukan buat kepentingan masarakat Kaltim. Di luar payung besar program jaminan sosial “Gratispol” (yang mencakup berobat gratis pakai KTP, subsidi UKT/kuliah gratis, hingga seragam sekolah gratis), kabinet Rudy Mas’ud-Seno Aji menaruh fokus besar pada pembenahan tata kelola pemerintahan, lompatan investasi non-tambang, serta akselerasi infrastruktur penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN).Berikut adalah rangkuman capaian dan kebijakan nyata yang telah dikerjakan oleh Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud di luar program jaminan sosial gratis tersebut:Lompatan Investasi Sektor Ekonomi Hijau & HilirisasiMenyadari Kaltim tidak bisa selamanya bergantung pada batu bara dan migas (sektor ekstraktif), Rudy Mas’ud memacu portofolio investasi ke arah industri pengolahan (hilirisasi) dan ekonomi hijau yang ramah lingkungan.Realisasi Investasi Non-Migas & Non-Batubara: Berhasil membukukan angka realisasi investasi yang kuat sebesar Rp59,29 triliun.Penyederhanaan Izin: Memotong birokrasi perizinan terpadu satu pintu demi menarik minat investor manufaktur dan energi terbarukan di kawasan industri seperti Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).Peningkatan Mutu Layanan Infrastruktur DaerahUntuk mengimbangi masifnya pembangunan fisik di kawasan inti IKN oleh pemerintah pusat, Pemprov Kaltim menggenjot kualitas infrastruktur penunjang di kabupaten/kota sekitarnya.Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI): Berhasil menyentuh angka 8,78, melampaui target awal yang dipatok sebesar 8,39.Peningkatan ini mencakup perluasan jaringan pipa air bersih pedesaan, peningkatan rasio elektrifikasi (kelistrikan) di wilayah hulu, serta perbaikan kemantapan jalan provinsi yang kini berada di kisaran 85,83%.Transformasi Digital & Birokrasi Modern (SPBE)Rudy Mas’ud mendorong digitalisasi birokrasi agar pelayanan publik bebas pungli, cepat, dan transparan melalui integrasi sistem berbasis elektronik.Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik): Kaltim meraih skor 4,13, menempatkannya di atas rata-rata nasional.Peluncuran platform terpadu seperti aplikasi SAKTI (Satu Akses Kalimantan Timur) untuk memangkas jalur birokrasi pelayanan warga.Akuntabilitas Kinerja: Pemprov Kaltim sukses mengamankan nilai SAKIP dengan predikat Sangat Baik (A) serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk pengelolaan keuangan daerah.Ketahanan Ekonomi Makro & Penekanan Kelompok RentanMeskipun Kaltim sempat menghadapi penyesuaian atau pemotongan postur anggaran daerah yang cukup dinamis, fondasi ekonomi makro dikawal ketat agar tetap stabil.Pertumbuhan Ekonomi & IPM: Pertumbuhan ekonomi Kaltim terjaga positif di angka 4,53% dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi di angka 79,39.Intervensi Sosial Tepat Sasaran: Pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, anak telantar, dan korban bencana) diklaim berhasil dieksekusi optimal di berbagai dinas sosial kabupaten/kota.Dari data data diatas nampaknya Strategi pembangunan Rudy Mas’ud menitikberatkan pada keseimbangan. Sementara program jaminan sosial (Gratispol) mengamankan kebutuhan dasar manusianya, kebijakan investasi hijau, SPBE, dan peningkatan IKLI dijalankan sebagai mesin penggerak jangka panjang agar Kaltim tidak tertinggal di era transformasi IKN. (setia wirawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *