Subscribe

Genjot Nilai Tambah, Pemkab PPU Sulap Kampung Patin Sebakung Jaya Jadi Sentra Olahan Modern

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah serius mendorong hilirisasi sektor perikanan di wilayahnya. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak lagi sekadar menjual hasil panen ikan mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi yang siap menembus pasar modern.

Target utamanya adalah Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, yang telah resmi ditetapkan sebagai kampung perikanan budi daya air tawar unggulan, dengan komoditas utama ikan patin.

“Pemerintah kabupaten ingin panen ikan di kampung budi daya ikan air tawar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Tapi, hasil budi daya itu diolah menjadi produk makanan kemasan agar harganya lebih tinggi,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, Senin (25/5).

Satu Rumah Satu Kolam: Potensi Besar Desa Sebakung Jaya

Potensi perikanan darat di Desa Sebakung Jaya memang tidak main-main. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten PPU, tercatat ada 164 warga setempat yang aktif membudidayakan ikan. Mereka tersebar dan tergabung ke dalam 14 Kelompok Pebudidaya Perikanan (Pokdakan).

Meskipun warga juga memelihara jenis ikan lain seperti lele, nila, dan gurame, ikan patin tetap menjadi primadona utama. Dinamika budi daya di desa ini bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Terdata hampir setiap kepala keluarga di Desa Sebakung Jaya memiliki kolam ikan di sekitar pekarangan rumah mereka,” ungkap Andi.

Dari Kolam ke Toko Modern: Pelatihan Pengemasan dan Produk Olahan

Melihat melimpahnya pasokan ikan patin segar tersebut, Pemkab PPU tidak ingin melewatkan peluang. Guna mendongkrak pendapatan riil masyarakat, Dinas Perikanan memberikan pendampingan komprehensif mulai dari hulu hingga ke hilir.

Warga setempat kini dibekali dengan berbagai pelatihan keterampilan khusus, mulai dari teknik mengolah daging ikan patin menjadi panganan jadi yang diminati pasar, hingga strategi pemasaran digital dan manajemen pengemasan (packaging).

“Warga Desa Sebakung Jaya diberikan pelatihan pengolahan ikan patin, seperti disulap menjadi abon ikan dan pengembangan produk kreatif lainnya,” jelas Andi.

Selain cara produksi, warga juga diberikan pemahaman mendalam terkait standar pengemasan produk olahan rumah tangga. Langkah edukasi ini dinilai krusial agar produk hilir ciptaan emak-emak dan pelaku UMKM di Desa Sebakung Jaya memenuhi regulasi pasar, tampil estetis, dan memiliki daya saing kuat untuk langsung nangkring di rak-rak jaringan toko modern serta pusat oleh-oleh di Kalimantan Timur. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *