Subscribe

Genjot 46 Ribu Hektare Sawah, Kaltim Sinergi Lintas Sektor Demi Amankan Swasembada Pangan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah tancap gas memacu program Luas Tambah Tanam (LTT) padi di seluruh wilayah kabupaten. Langkah agresif ini diambil demi mengamankan program swasembada pangan yang berkelanjutan di Bumi Etam.

“Kami terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif dan memperluas area tanam melalui sinergi lintas sektor demi mengejar target kemandirian pangan,” ujar Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, di Samarinda, Senin.

Saat ini, capaian perluasan area tanam resmi dijadikan indikator utama (key performance indicator) oleh pemerintah untuk mengukur seberapa sukses peningkatan produksi pangan di daerah.

Mengintip Peta Kekuatan Lahan Sawah Kaltim

Berdasarkan data terbaru, misi besar kemandirian pangan ini bertumpu pada total Luas Baku Lahan (LBL) sawah di Kaltim yang tercatat mencapai 46.640 hektare.

Agar pengelolaannya lebih taktis, Pemprov Kaltim membagi klaster penanganan lahan tersebut menjadi tiga fokus utama:

  • Lahan Produktif (29.744 Hektare): Fokus utamanya adalah digenjot produktivitasnya secara maksimal bersama kelompok tani lokal agar hasil panennya makin melimpah.
  • Lahan Non-Produktif (11.038 Hektare): Menjadi prioritas penanganan jangka pendek agar bisa segera “dihidupkan” kembali sebagai areal pertanian aktif.
  • Lahan Alih Fungsi (5.717 Hektare): Pengawasan di area ini diperketat guna mengerem laju penyusutan lahan pertanian akibat tergerus proyek non-agrikultur.

Sejauh ini, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih memegang takhta sebagai penyumbang lahan sawah produktif terbesar di Kaltim, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser.

Andalkan Inovasi Agrikultur Berbasis Teknologi

Guna memastikan proyek ini berjalan mulus di lapangan, Pemprov Kaltim membangun koordinasi intensif dengan Direktur Irigasi Pertanian selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kaltim, serta barisan penyuluh pertanian di tiap kabupaten.

Kolaborasi ini dinilai krusial, terutama dalam membekali petani dengan teknologi modern untuk menghadapi tantangan cuaca yang makin tak menentu.

“Sinergi kuat lintas sektoral ini mampu menekan penyusutan area pertanian dengan berbagai inovasi agrikultur berbasis teknologi yang sangat adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem,” ungkap Fahmi.

Lewat komitmen yang terintegrasi dari hulu ke hilir ini, Kaltim tidak hanya membidik status mandiri pangan, tetapi juga menargetkan peningkatan kesejahteraan langsung bagi para petani di pedesaan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *