Subscribe

Sembuhkan “Luka” Karhutla 1999, Pemprov Kaltim Gaspol Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis!

3 minutes read

Samarinda , nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan lampu hijau dan dukungan penuh terhadap mega-proyek investasi hijau di Benua Etam. Targetnya gak main-main: merehabilitasi 170 ribu hektare lahan kritis yang tersebar di wilayah Kaltim.

“Langkah masif ini sangat strategis untuk memulihkan ekosistem yang rusak akibat rekam jejak bencana masa lalu,” tegas Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Samarinda, Senin.

Rudy menyebut, proyek restorasi skala besar ini menjadi momentum krusial untuk menyembuhkan “luka lingkungan” masa lalu. Salah satunya adalah dampak destruktif dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang sempat menghanguskan sebagian besar kawasan hutan Kaltim pada tahun 1999 silam.

Bukan Cuma Tanam Pohon, Tapi Revitalisasi Habitat

Gubernur yang akrab disapa Harum ini menjelaskan, proyek rehabilitasi terintegrasi ini punya misi yang jauh lebih dalam dari sekadar penghijauan biasa. Goal utamanya adalah mengembalikan fungsi hutan sebagai benteng keanekaragaman hayati dan menghidupkan kembali habitat satwa liar endemik Kalimantan yang mulai terancam punah.

Apalagi, dalam peta geopolitik lingkungan global, hutan Kaltim memegang predikat yang sangat vital sebagai bagian dari Heart of Borneo (paru-paru dunia).

“Hutan kita adalah penyangga kehidupan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal Kaltim atau Indonesia, melainkan memberi dampak oksigen dan iklim yang krusial bagi dunia,” ujar Rudy di sela-sela agenda aksi penanaman pohon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Sepaku, PPU.

Green Economy: Hutan Lestari, Rakyat Sejahtera

Rudy juga mendorong agar skema rehabilitasi lahan ke depan wajib mengadopsi prinsip ekonomi hijau (green economy) yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Artinya, menjaga lingkungan bukan berarti mematikan roda ekonomi warga sekitar hutan.

Justru sebaliknya, kolaborasi ini harus bisa membuka lapangan kerja baru lewat optimalisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang punya nilai jual tinggi di pasar global, seperti:

  • Madu hutan asli
  • Rotan dan damar
  • Getah-getahan komersial

Keroyokan! Libatkan 180 Pemegang Izin hingga Korporasi Kakap

Usut punya usut, proyek pemulihan lahan seluas 170 ribu hektare ini ternyata tidak dibebankan kepada satu perusahaan tunggal saja. Tanggung jawab berskala masif di wilayah kerja Mahakam Hulu dan Berau ini digarap secara keroyokan oleh 180 unit pemegang izin Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) dari sektor swasta dan BUMN.

Beberapa nama korporasi besar tercatat ikut ambil bagian dan pasang badan dalam komitmen hijau ini, di antaranya:

  • PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM): Berperan aktif menggarap program pemulihan lingkungan di wilayah operasionalnya.
  • PT Sumalindo Lestari Jaya: Berkolaborasi langsung dengan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) untuk eksekusi di lapangan.
  • Arsari Enviro Industri (Arsari Group): Mengandalkan rekam jejaknya yang kuat dalam proyek reforestasi dan rehabilitasi hutan berskala besar di Kaltim.

Lewat kolaborasi apik antara pemilik modal, pemerintah, dan komunitas adat setempat, Pemprov Kaltim optimis misi pemulihan lingkungan dan pengentasan kemiskinan berbasis ekologi bisa berjalan beriringan demi masa depan Bumi Etam yang lebih sustainable. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *